Home  / Politik
BPN Prabowo-Sandi Tolak Hasil Pilpres yang Menangkan Jokowi!
Selasa, 21 Mei 2019 | 07:02:54
(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Suasana rekapitulasi suara di Kantor KPU Pusat
JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menyatakan tidak mengakui hasil rekapitulasi suara nasional Pemilihan Umum Presiden 2019. Seperti diketahui, rekapitulasi di 34 provinsi dan 130 panitia pemilihan luar negeri (PPLN) memenangkan pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Bahwa kami, saya Azis Subekti dan sebelah saya Didi Hariyanto sebagai saksi dari BPN 02 menyatakan menolak hasil pilpres yang telah diumumkan. Penolakan ini sebagai monumen moral bahwa kami tidak menyerah untuk melawan ketidakadilan, untuk melawan kecurangan, untuk melawan kesewenang-wenangan, untuk melawan kebohongan, dan untuk melawan tindakan-tindakan apa saja yang akan mencederai demokrasi," ujar Azis dalam rapat pleno di gedung KPU, Jakarta, Selasa (21/5/2019) dini hari.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan pasangan Jokowi-Ma'ruf sebagai peraih suara terbanyak dalam Pemilihan Umum Presiden 2019. Pengumuman itu disampaikan KPU dalam rapat pleno di gedung KPU, Jakarta, Selasa (21/5/2019) dini hari WIB. 

"Jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin 85.607.362 suara. Jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 68.650.239 suara," ujar Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik dilansir pemberitaan detik.com. 

Rapat pleno digelar usai KPU menuntaskan rekapitulasi nasional di 34 provinsi dan 130 panitia pemilihan luar negeri (PPLN). Perinciannya, Jokowi-Amin unggul di 21 provinsi antara lain Gorontalo, DKI Jakarta, dan Papua. Sedangkan Prabowo-Sandi menang di 13 privinsi seperti Jawa Barat dan Kalimantan Selatan. 

Ketua KPU Arief Budiman kemudian membacakan keputusan hasil rekapitulasi nasional Pilpres 2019, pemilihan anggota DPR, anggota DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, dan DPD. Arief kemudian mengetok palu tanda penetapan hasil rekapitulasi tersebut. 

Selain komisioner KPU, rapat pleno turut dihadiri Ketua Bawaslu Abhan beserta jajaran. Hadir saksi dari pasangan Jokowi-Amin antara lain I Gusti Putu Artha, sedangkan dari pasangan Prabowo-Sandi antara lain Azis Subekti. 

Berdasarkan ketentuan yang ada, pasangan Prabowo-Sandi masih dapat mengajukan sengketa hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Apabila dalam tiga hari tidak ada sengketa yang diajukan, maka KPU dapat menetapkan presiden dan wakil presiden terpilih 2019-2024. 

(cnbcindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Hasil Evaluasi APBD P 2019 dan APBD 2020 Kota Pekanbaru, Ketua DPRD: Rata-Rata yang besar-besar terkoreksi
Dear Pak Jokowi, Terbitkan Perppu KPK itu Simple Kok!
Apa yang Membuat Mahasiswa Ogah Temui Jokowi di Istana?
Maaf Pak Jokowi, Mahasiswa Tolak Mentah-Mentah Ajakan Bertemu
Korban Mahasiswa Berjatuhan, Jokowi Tetap Tolak Cabut UU KPK

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad