Home  / Politik
Serukan Perlawanan Pemilu, Ketua GNPF Bogor Jadi Tersangka
Sabtu, 18 Mei 2019 | 13:59:56
(CNN Indonesia/Hesti Rika)
Ilustrasi.
JAKARTA - Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF) Bogor Iyus Khaerunnas ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian Polresta Bogor Kota. Penangkapan itu terkait pernyataan Iyus yang menyerukan perlawanan terhadap Pemilu 2019 dan isu komunisme.

Seruan Iyus itu terekam dalam video yang viral di media sosial. Dalam video itu, Iyus menyebut ada fenomena kecurangan pemilu dan masifnya penyebaran isu komunisme.

"Ya, benar. Sudah jadi tersangka karena video tersebut," kata Kasubag Humas Polresta Bogor AKP Silvia Sukma Rosa kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (18/5).

Silvia menyebut Iyus diduga melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Meski demikian, pihak Polresta Bogor masih melakukan pemeriksaan terkait pelanggaran yang dilakukan Iyus.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dari Satreskrim Polresta Bogor Kota, Iyus disangkakan memenuhi unsur dalam pasal 45 A ayat (2) jo pasal 28 ayat (2) UU RI nomor 19 Tahun 2016 perubahaan atas UU RI nomor 11 thn 2008 tentang ITE dan atau pasal 14 dan atau pasal 15 UU RI No 1 Tahun 1946 tentang penyebaran berita bohong dan atau pasal 160 KUH pidana.

Dia mengatakan Iyus ditangkap di Perum Griya Soka Blok M Sukaraja, Kabupaten Bogor, pada Jumat (17/5) sekitar pukul 14.00 WIB. Polresta Bogor juga sudah mengamankan barang bukti. Selain itu, kata Silvia, Iyus juga sudah mengakui kesalahannya dan sudah meminta maaf.

"Ada videonya juga dan meminta maaf kepada masyarakat, tidak akan mengulangi kesalahannya lagi," ujar Silvia.

Dalam video berdurasi satu menit yang viral itu, Iyus mengatakan Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk jihad. Ia mengajak agar umat Islam melakukan perlawanan terhadap dugaan kecurangan Pemilu 2019.

"Kita melihat fenomena atau fakta-fakta kecurangan di lapangan terkait dengan pemilu, juga terkait dengan isu komunisme yang muncul sekarang ini," kata Iyus dalam video tersebut. 

Dia mengatakan semangat badar dan perlawanan perlu dibangkitkan dalam hal ini, terutama terhadap isu-isu komunisme.

"Jihad tentu saja sebagai bagian dari perjuangan umat Islam, dan kita mengambil paket lengkap. Kekuatan umat Islam itu bukan hanya akidah, zikir, ibadah dan sebagainya, tapi juga puncaknya adalah jihad fisabilillah," katanya.

(cnnindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Komedian Nunung Ditangkap Terkait Narkoba
Polisi: Tulisan ‘Lulus Sensor’ Video Bau Ikan Asin Palsu
Dugaan Suap Noviwaldi Jusman ke Ketua KPPS, Ketua KPU Kota Pekanbaru Diperiksa Polisi 3 Jam
Bakamla Jadi Ketua Working Group Capacity Building
Jadi Tersangka, Rey Utami-Pablo Benua Resmi Ditahan

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad