Home  / Politik
Fadli Zon Usul Pembentukan Pansus Kecurangan Pemilu 2019
Rabu, 24 April 2019 | 15:57:02
(Doc. Net)
Wakil Ketua DPR, Fadli Zon
JAKARTA - Wakil Ketua DPR, Fadli Zon mengatakan jika pelaksanaan Pemilu 2019 banyak dijumpai kecurangan.

Oleh karena itu, Waketum Partai Gerindra ini mengusulkan pembentukan Pansus Kecurangan Pemilu 2019.

Fadli mengaku, dirinya yang akan menjadi pengusul di DPR soal pembentukan pansus tersebut.

"Saya kira nanti perlu dibentuk pansus kecurangan ini. Saya akan mengusulkan meski ini akhir periode, kalau misalnya teman-teman itu menyetujui akan bagus untuk evaluasi ke depan. Karena kecurangan ini cukup masif, terstruktur dan brutal. Mulai pra pelaksanaan, pelaksanaan dan pasca pelaksanaan," kata Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu, (24/04/2019).

Fadli mengatakan akan segera menyampaikan usulan pembentukan pansus ke fraksi-fraksi di DPR. Dia ingin DPR mengevaluasi seluruh pelaksanaan Pemilu Serentak ini.

Fadli berkeyakinan, jika Pemilu 2019 merupakan pemilu terburuk sepanjang perjalanan bangsa Indonesia, termasuk jika dibandingkan Pemilu 1955.

"Kan ada mekanismenya, asal ada usulan kemudian dibawa ke rapur nanti kita lihat saja. Kalau dari DPR kalau ada pansus tadi lebih enak. Karena bisa menjadi sebuah alat melakukan investigasi dan bisa menelusuri kelemahan dari sistem, prosedur dan sebagainya. Sehingga kita bisa mengevaluasi agar tidak ada lagi pemilu seperti sekarang ini," tuturnya.

"Saya termasuk yang percaya kalau ini adalah pemilu terburuk sejak era reformasi. Bahkan jauh lebih buruk ketimbang pemilu tahun 55," imbuh Fadli.

Fadli juga mendukung jika ada usulan pembentukan tim pencari fakta kecurangan di masyarakat. Mengingat persoalan kecurangan di Pemilu 2019 merupakan masalah seluruh bangsa.

"Saya kira perlu (adanya tim pencari fakta kecurangan). Ini bukan persoalan parpol, bukan persoalan pemerintah. Ini persoalan seluruh rakyat Indonesia," kata dia.

"Kita mempunyai penyelenggara pemilu yang tidak bisa menjamin suara dengan baik. Saya selalu mencontohkan di negara lain itu relatif aman. Tidak ada tuh yang mencari-cari C1. Tidak ada orang yang mengawal suara," sambung Fadli.

(jarrak.id)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Terima Kunjungan Mabes Polri, Ketua Bawaslu Beberkan Pelanggaran Pemilu di Riau
Amerika Serikat juara Piala Dunia Wanita 2019 usai kalahkan Belanda.
Hari Kedua PPDB, Jalur Prestasi Belum Ada di SMPN 15
PPDB Di SMPN 6 Pekanbaru Semakin Baik Dari Tahun Sebelumnya
Lebihi Daya Tampung, SMPN 29 Lakukan Sistim Ranking

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad