Home  / Politik
GP Ansor Ajak Kader Putihkan TPS, Adang Gerakan anti-NKRI
Selasa, 26 Maret 2019 | 20:10:25
(CNN Indonesia/Hesti Rika)
Ketua PP Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qaumas.
JAKARTA - Ketua Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Yaqut Cholil Qoumas menyerukan kader Ansor memutihkan tempat pemungutan suara (TPS) dengan cara mengenakan baju putih pada hari pencoblosan Pemilu 2019, 17 April mendatang.

Selain memutihkan TPS, kader Ansor juga diminta mencoblos calon presiden dan wakil presiden yang berbaju putih di bilik suara. Hal itu disebut Yaqut sebagai upaya mengadang gerakan atau kelompok yang menolak NKRI.

"... untuk memutihkan TPS-TPS yang ada, untuk kita pilih calon presiden dan wakil presiden yang berbaju putih. Berani?" kata Yaqut dalam orasi yang direkam dan beredar di media sosial Twitter.

"Karena di situ kiai-kiai kita berkumpul, karena di situ kita berkumpul untuk mengadang gerakan-gerakan, kelompok-kelompok, yang menginginkan negara lain selain Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Yaqut.

GP Ansor sudah membenarkan video Yaqut tersebut.

Aksi memutihkan TPS ini dikenal dengan gerakan Rabu Putih. Yaqut meresmikan sendiri gerakan ini saat Rapat Koordinasi Nasional yang diikuti seluruh Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor seluruh Indonesia di Bojonegoro, Jawa Timur, kemarin.

Rakornas membahas situasi politik terkini menyangkut pemilu, terutama memaksimalkan tingkat partisipasi pemilih datang ke TPS.

Dalam keterangan tertulisnya, Yaqut mengatakan Gerakan Rabu Putih ini bertujuan untuk memutihkan seluruh TPS. 

"Ya, pokoknya putihkan TPS dan coblos itu yang putih-putih. Masak nggak paham yang putih-putih, nanti lihat sendiri waktu mau nyoblos," kata  Yaqut.

Yaqut juga mengajak kader Ansor melawan hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian yang marak mewarnai kontestasi politik beberapa bulan terakhir. Hal itu disebut Yaqut telah mengakibatkan masyarakat terbelah dan mulai timbul rasa saling tidak percaya. 

"Jika dibiarkan terus berlangsung, maka akan merusak tatanan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," kata Yaqut.

GP Ansor, lanjut dia, meminta masyarakat tidak mempercayai isu akan ada kerusuhan menjelang, saat dan setelah Pemilu 2019.

"GP Ansor mendorong sekaligus percaya Polri dibantu TNI bertindak profesional dalam menjamin stabilitas politik dan keamanan Pemilu 2019," kata dia. 

(cnnindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Jokowi Beri Grasi ke Predator Anak di JIS, LPSK Tuntut Penjelasan
Beredar Susunan Menteri Usai Jokowi-Prabowo Bertemu, PDIP: Orang Iseng
3 Kartu Sakti Meluncur, Jokowi Gaji Pengangguran di 2020?
Pelan-Pelan Terungkap, Bocoran Menteri Baru dari Jokowi
Wah! Jelang Reshuffle, Jokowi Sentil Menteri-Menteri

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad