Home  / Politik
Pose Dua Jari, Anies Baswedan Terancam Pidana Tiga Tahun
Jumat, 11 Januari 2019 | 15:33:07
(Doc. Net)
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan
JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bogor sudah selesai melakukan pemeriksaan dugaan pelanggaran Pemilu kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Rencananya Bawaslu Bogor akan menyampaikan hasil keputusan pemeriksaan pada hari ini.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bogor, Irvan Firmansyah mengatakan jika terbukti ada unsur pidananya, maka Anies terancam tiga tahun penjara. Sementara jika tidak terbukti, laporan akan dihentikan.

"Iya, maksimal ancaman pidananya 3 tahun," kata Irvan, Kamis, (10/01/2019).

Menurut Irvan, pihaknya sudah selesai melakukan kajian di tingkat internal atas pemeriksaan Anies Baswedan.

Selanjutnya kata Irvan, pihaknya akan melakukan pembahasan kedua dengan Sentra Gakkumdu. Dalam pembahasan kedua ini akan diputuskan apakah tindakan Anies memenuhi unsur pidana pemilu atau tidak.

"Pembahasan kedua kan harus ada keputusan memenuhi unsur (pidana) atau tidak," tandas dia.

Dalam pembahasan kedua kata Irvan, sudah akan muncul keputusan apakah tindakan Anies Baswedan dengan pose dua jari memiat tindakan pidana atau tidak.

"Jika tidak maka dihentikan. Ketika memenuhi unsur maka dilanjutkan ke tahap penyidikan ke kepolisian. Ini kan delik pidana," tutur dia.

Bawaslu, kata Irvan akan menyelesaikan kasus ini dalam waktu 14 hari kerja. Penyelesaiannya mendapatkan pendampingan dari Bawaslu RI dan Bawaslu Provinsi Jawa Barat. Hasil dari putusan Bawaslu Kabupaten Bogor akan dilaporkan secara berjenjang.

Sebagaimana diketahui, Gubernur DKI Anies Baswedan dilaporkan oleh R Adi Prakosa dari Barisan Advokat Indonesia pada tanggal 19 Desember 2018. Pasalnya, Anies turut mengacungkan salam dua jari, simbol dari pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada acara konferensi nasional Partai Gerindra di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada 17 Desember 2018.

Dalam laporannya, Adi Prakosa mengatakan perbuatan Anies tersebut diduga sebagai tindakan pejabat yang menguntungkan salah satu peserta pemilu dalam masa kampanye sebagaimana dimaksud Pasal 547 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Anies sudah diperiksa Bawaslu Kabupaten Bogor di Kantor Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin Nomor 14, Sarinah, Jakarta pada Senin, 7 Januari 2019 lalu. Saat itu, Bawaslu mengajukan 27 pertanyaan terkait dugaan pelanggaran pidana pemilu tersebut ke Anies.

(jarrak.id)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Bentrok Dua Kelompok Pemuda di Pekanbaru Gara-gara Ngebut Didepan Masjid
Dua Kelompok Warga di Pekanbaru Bentrok
Rachmawati Soekarnoputri Gugat Penetapan Presiden Dua Paslon
10 Penyebab Jari Tangan Bengkak
Bawa Sabu, Dua Calon Penumpang Lion Air Diupah Rp5 Juta Perbungkus Sekali Antar

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad