Home  / Politik
Cerita Sandiaga Uno Pernah Jadi Korban Kriminalisasi Karena Dukung Jokowi
Minggu, 25 November 2018 | 18:30:46
(Doc. Net)
Calon Wakil Presiden, Sandiaga Uno
JAKARTA - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno mengaku pernah menjadi korban kriminalisasi pasca memutuskan mendukung Presiden Joko Widodo di Pilgub DKI Jakarta tahun 2012 silam, yang berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Saat itu Sandiaga Uno masih menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI).

"Tahun 2012, APPSI mendukung Pak Jokowi saat kampanye pilgub DKI. Bahkan sempat dikriminalisasi dan dipanggil Bawaslu karena kegiatan mendukung pencalonan Pak Jokowi kala itu," ujar Sandiaga dikutip melalui keterangan resminya, Minggu, (25/11/2018).

Sandiaga mengungkapkan, APPSI sengaja mendukung Jokowi karena program yang ditawarkan memiliki komitmen dalam rangka memajukan dan menyejahterakan pedagang pasar. Sandiaga mengaku, program Jokowi tempo itu sangat serius dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan terjangkau.

Untuk itu, Sandiaga pun mengaku tetap berprasangka baik terkait pernyataan Presiden Joko Widodo soal orang super kaya datang ke pasar, enggak beli apa-apa, kemudian keluar pasar dan bilang harga mahal.

"Saya Huznudzan saja atas pernyataan Pak Presiden. Mungkin yang dimaksud bukan saya. Tapi kalau memang ditujukan kepada saya, yang bilang harga-harga di pasar naik dan tidak stabil, bukan saya, tapi pedagang dan pembeli sendiri," ungkap Sandiaga.

Sandiaga mengakui, dirinya memang tidak pernah belanja ke pasar. Tapi kegiatannya hanya untuk memantau stabilitas harga pangan.

"Belanja ke pasar itu tugas orang rumah saya. Kalau saya belanja di pasar itu namanya pencitraan," kata Sandiaga.

Dalam kunjungannya ke Pasar Baru Lumajang, Jawa Timur hari ini, ia pun menyebut menerima aduan dari sejumlah pedagang pasar terkait harga sayur yang sering naik turun.

"Hari ini di pasar Lumajang. Ibu Lulu dan Ibu Lina, harga sayur mayur memang naik turun. Kacang panjang yang kemarin Rp3.000 sekarang Rp 4.000, begitu juga dengan Pak Aris, pedagang tempe yang dibungkus pelepah pisang, hari ini naik Rp1.000," tandas mantan Wagub DKI Jakarta tersebut.

(jarrak.id)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Prabowo Gugat Hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi
Ketua KPU : Tak Puas Hasil Pilpres 2019, Adukan ke MK
BPN Prabowo-Sandi Tolak Hasil Pilpres yang Menangkan Jokowi!
Rekapitulasi 34 Provinsi Pilpres 2019 Selesai, Ini Hasilnya!
Jangan Ketinggalan Daftar, Ini Rincian Beasiswa LPDP 2019

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad