Home  / Peristiwa
Pemuda dan Mahasiswa Desak Kejati Riau Tuntaskan Proses Hukum Korupsi Yan Prana dan Orang-Orang Syamsuar
Rabu, 14 Oktober 2020 | 16:34:40
riaueditor
PEKANBARU, riaueditor.com - Ratusan massa Gerakan Pemuda Mahasiswa Pekanbaru datangi Kantor Kejati Riau untuk lakukan ujuk rasa. Massa melakukan longmarch dari Jalan Cut Nyak Dien menuju Kejati, Rabu (14/10).

Dalam orasinya Korlap, Robby menyampaikan bahwa Siak adalah Kabupaten yang mempunyai icon budaya melayu di Provinsi Riau, kita sepakati bahwa Kabupaten tersebut harus tetap menjunjung nilai-nilai budaya Melayu. 

Namun kenyataannya pimpinan kepala daerah serta beberapa dinas terkait dan orang-orang dekat Syamsuar ternyata tidak mampu menjalan amanahnya sesuai dengan ekspekstasi tunjuk ajar Melayu sebagaiman mestinya.

Hal ini dapat diketahui OPD di pemerintahan Kabupaten Siak yang pada saat itu dipimpin oleh Syamsuar justru jauh dari realita kabupaten tersebut dan sarat dengan nuansa korupsi.

Sekarang dapat kita lihat 
banyaknya kasus-kasus yang selama masa jabatannya tidak terkuak sekarang, semua kasus korupsi disana muncul dan melibatkan Kepala Bappeda Yan Prana Jaya Indra Rasyid, yang dalam hal ini diduga melakukan praktik korupsi.

Selanjutnya Yan Prana yang juga menjabat sebagai Kepala BKD pada saat itu telah mengakibatkan kerugian negara sebesar milyaran rupiah, dalam hal ini belum menuai titik terang. 

Kasus dugaan korupsi ini juga melibatkan beberapa pihak ada diantaranya sebagai perpanjangan tangan dari yang bersangkutan namun sampai saat ini belum jelas asal usulnya.

Kejaksaan Tinggi Riau dalam penyampaiannya, kasus ini tengah memasuki penyidikan dan telah kita panggil beberapa pihak yang di duga ada keterlibatan selanjutnya kita mengharapkan agar kasus ini terus di kawal.

"Tentu kami berharap sebagai mahasiswa dan pemuda riau agar kasus ini di usut sampai tuntas," sebut Robby. 

Kemudian dalam penyampaiannya mahasiswa dan pemuda riau menginginkan Yan Prana yang saat ini menjabat sebagai Sekdaprov Riau agar dapat turun dari jabatannya karena dinilai tidak layak dan tidak mampu memberikan contoh atas dirinya dan khalayak.

Begitu juga dugaan kasus korupsi yang melibatkan Iksan, Ulil dan Indra Gunawan yang merupakan orang orang paling dekat dengan kekuasaan Syamsuar.

"Saya mengharapkan agar mereka sesegara mungkin dicopot dari seluruh jabatannya karena kasus yang menimpa mereka sudah merusak nilai-nilai Melayu," ujarnya. 

Robby juga menyampaikan, kedepannya kita berharap tidak ada lagi kasus korupsi yang dilakukan oleh kepala daerah dan orang orang yang menikmati keran kekuasaan dari kepala daerah agar terwujudnya Provinsi Riau bebas korupsi, karena Korupsi bukan tunjuk ajar Melayu.

Sementara itu Muspidawan Selaku Kabid Penerangan dan Hukum Kejati Riau yang menerima massa aksi dalam sambutannya dihadapan massa aksi, menyambut baik dan berterimakasih atas dukungan yang diberikan kepada Kejati Riau.

Muspidawan menyampaikan, kasus korupsi yang dimaksud oleh massa aksi sudah dinaikkan ke dalam tahap penyidikan dan sudah melayangkan panggilan. Namun mereka yang kita panggil berhalangan hadir.

"Kejati Riau berjanji akan terus memproses kasus hukum tersebut sampai tuntas," kata Muspidawan. 

Setelah menerima massa aksi, Muspidawan juga menerima aspirasi tertulis dari massa aksi. Ia secara tertulis dan berjanji meneruskannya kepada Kajati Riau. 

Usai penyerahan pernyataan sikap tersebut, akhirnya massa membubarkan diri dengan tertib. (**)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Waspadai Aksi Kejahatan dan Penyebaran Corona, Polsek Langgam Intensifkan Patroli dan Sosialisasi
Polsek Pangkalan Kerinci Sosialisasi dan Patroli Dialogis Keamanan
Polsek Langgam Sosialisasi dan Patroli Dialogis Keamanan dan Covid-19
Kapolda Riau Terima Penghargaan Dari Menteri LHK RI
Personil Polsek Teluk Meranti Tak Bosannya Berikan Himbuan dan Sosialisasi Prokes ke Masyarakat

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter