Home  / Peristiwa
Diisukan Meninggal, Satu Korban Aksi Tolak UU Cipta Kerja di DPRD Riau Dalam Kondisi Baik
Senin, 12 Oktober 2020 | 16:18:40
riaueditor
PEKANBARU, riaueditor.com - Guna memastikan terkait isu adanya salah satu korban meninggal pada aksi unjuk rasa tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja pada Kamis (08/10) lalu, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol H Nandang Mu'min Wijaya bersama Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto dan Kabid Dokes dr Prio Kuncoro kunjungi RS Awal Bros Panam di Jalan HR Soebrantas Pekanbaru, Senin (12/10).

Di RS Awal Bros Panam itu terdapat satu pasien dari mahasiswa yang diisukan tersebut. 

Kombes Pol H Nandang Mu'min Wijaya menjelaskan di RS Awal Bross ini tengah dirawat Dodi Wahyudi (24), yang menjadi korban saat aksi uniuk rasa tolak Omnibus Law di Gedung DPRD Riau, Kamis (08/10) kemarin. Kala itu Dodi mengalami luka dan pendarahan pada bagian wajah.

"Tadi kita sempat ngobrol dengan Dodi, ia menceritakan bahwa kala itu dia terjatuh. Kondisinya sudah baik dan bisa komunikasi dengan jelas," sebut Kapolresta. 

"Memang saat ini masih dalam perawatan guna pemulihan," tambahnya.

Sementara di jelaskan oleh Dr Caca yang mewakili pihak RS Awal Bros mengatakan, bahwa Dodi mendapatkan penanganan yang baik. Dimana ia ditangani oleh Dokter Spesialis Mata dan THT sesuai kebutuhan pasien.

"Kita sudah lakukan perawatan dan pendampingan dengan baik. Saat ini kondisinya sudah sangat baik," terangnya.

Kemudian, Kabid DoKes Polda Riau, dr Prio Kuncoro mengungkapkan sebelum ke RS Awal Bros, pasien sempat dirawat di RS Mesra yang beroperasi di Jalan Pasir Putih Kecamatan Siak Hulu. 

Disana pasien (Dodi) mendapatkan perawatan pembersihan luka dan pemberian oksigen, lalu pasien ini kemudian dirujuk ke RS Awal Bros.

"Benar, saat ini kondisinya sangat baik," tuturnya.

Sementara, terkait pembiayaan terhadap pasien, Prio mengatakan pihaknya akan mengupayakan bantuan semaksimal mungkin sesuai arahan dari Kapolda Riau. 

"Kita akan upayakan semaksimal mungkin, sehingga keluarga teringankan," tandasnya. 

Sebagaimana diketahui, beredar kabar seorang mahasiswa menjadi korban penembakan peluru karet petugas saat melaksanakan aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Riau pada Kamis (08/10) kemarin.

Seorang mahasiswa itu mengalami luka dibagian wajahnya karena diduga terkena peluru karet. 

Padahal faktanya, dari pengakuan Dodi Wahyudi, dia terjatuh dan terpijak mahasiswa lainnya saat aksi unjuk rasa itu dibubarkan petugas.

Diketahui, korban Dodi juga bukan lagi seorang mahasiswa, keterangan orang tuanya dia sudah tamat pada tahun lalu dan saat ini bekerja diperusahaan ayam potong.

"Bahwa apa yang di isukan di sosial media tentang Dodi tertembak dan meninggal tu Hoaks dan tidak benar," kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto. (R11)


 


Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Polsek Bandar Sei Kijang Lakukan Pemasangan Spanduk Tolak Politik Uang
Waspadai Aksi Kejahatan dan Penyebaran Corona, Polsek Langgam Intensifkan Patroli dan Sosialisasi
Polsek Kerumutan Giatkan Sosialisasi Tolak Politik Uang Pilkada Serentak 2020
Polsek Pangkalan Kerinci Lakukan Giat Pemasangan Spanduk Tolak Money Politik
Cegah Aksi Kejahatan, Polsek Pangkalan Kerinci Lakukan Patroli

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter