Home  / Peristiwa
Korban Tewas Banjir Luwu Utara Bertambah Jadi 21 Orang
Kamis, 16 Juli 2020 | 09:51:12
(ANTARA FOTO/INDRA)
Petugas gabungan mengevakuasi korban banjir bandang di Desa Radda, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Selasa (14/7).
JAKARTA - Korban jiwa dampak banjir bandang yang menerjang Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan pada Senin (13/7) malam, dilaporkan kembali bertambah dua orang. Dengan demikian data sementara korban meninggal dunia berjumlah 21 orang.

"Data yang masuk sampai saat ini korban jiwa sudah 21 orang, dan hari ini ditemukan lima jenazah," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar, Mustari, dikonfirmasi, Rabu (15/7).

Kelima jenazah tersebut ditemukan di Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Luwu Utara. Tim SAR gabungan menemukan jasad dipenuhi lumpur saat dievakuasi.

Dari korban jiwa tersebut, lima di antaranya belum teridentifikasi, 16 orang sudah teridentifikasi. Jenazahnya sudah dibawa ke rumah sakit yakni RSUD Andi Djemma dan RS Hikmah.

Sedangkan korban yang mengalami luka-luka sebanyak 10 orang, saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Andi Djemma, Masamba, Luwu Utara.

Rencananya, pencarian akan dilaksanakan kembali Kamis, 16 Juni 2020 dengan melibatkan personel dari unsur SAR gabungan berbagai organisasi untuk menyisir lokasi bencana.

Banjir bandang menerjang sebagian wilayah di Kabupaten Luwu Utara, pada Senin, 13 Juli 2020 sekitar pukul 21.00 WITA. Enam kecamatan terdampak dalam musibah itu bencana alam itu.

Hujan sedang dan lebat di wilayah tersebut dalam beberapa hari belakangan, yang hampir merata di wilayah itu mengakibatkan air sungai Rongkong dan Sungai Masamba, meluap ke permukaan. Hujan juga menyebabkan longsor di hulu yang berada di lokasi pegunungan.

Data BPBD setempat, banjir bandang tersebut mengakibatkan 4.202 kepala keluarga (KK) atau 15. 994 jiwa terdampak. Data ini untuk tiga kecamatan yaitu Kecamatan Sabbang, Masamba dan Baebunta. Untuk wilayah Kecamatan Malangke dan Malangke Barat sementara dilakukan asesmen.

Untuk jumlah pengungsi sementara yang terdata sampai saat ini berjumlah 603 kepala keluarga, atau sebanyak 20.402 Jiwa di dua kecamatan masing-masing Kecamatan Masamba dan Kecamatan Sabbang.

(Antara/CNNIndonesia)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Tim Baznas Bantu Ratusan Korban Banjir di Pelalawan
Pangkalan Kerinci Dikepung Banjir, Warga Mulai Kaitkan Sosok Calon Pemimpin
Puluhan Sapi Hinggap di Atap Rumah saat Banjir di Korea, Begitu Air Surut Tak Bisa Turun
Korea Utara Umumkan Kasus Pertama Covid-19
36 Meninggal, Korban Banjir Luwu Utara Diprediksi Bertambah

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter