Home  / Peristiwa
Bantu Ekonomi Keluarga Di Tengah Pandemi, Kaum Perempuan di Bungaraya Berternak Puyuh Petelur
Senin, 13 Juli 2020 | 20:23:09
Ketua TP PKK Kabupaten Siak, Hj Rasidah mengunjungi peternakan puyuh petelur di Bungaraya.
SIAK - Peternakan burung puyuh petelur milik Endang Suprihatin (51) di Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, Riau sangat memotivasi kaum perempuan lainnya di Kabupaten Siak untuk membantu perekonomian keluarga.

Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kabupaten Siak Rasidah Abdul Gani didampingi Camat Bungaraya Amin Soimin yang mengunjungi peternakan burung puyuh, Senin (13/7/2020) mengaku bangga dan senang melihat kaum perempuan mampu berinovasi dalam meningkatkan pendapatan atau perekonomian keluarga.

"Hal ini penting dalam menunjang suksesnya visi dan misi 10 program pokok PKK yang bertujuan mensejahterakan masyarakat. Kami senang kaum perempuan bisa membantu suami dalam peningkatan pendapatan keluarga. Semoga dengan semakin berkembangnya usaha ini peternak bisa meningkatkan ekonomi keluarga di tengah Pandemi Covid-19 ini," ucap Guru SMAN 1 Siak ini.

Ia menjelaskan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) itu masuk di dalam Kelompok Kerja (Pokja) 2 PKK. Untuk itu pula, ibu-ibu PKK harus ikut ambil peran dalam meningkatkan perekonomian keluarga.

Tak lupa istri Bupati Siak ini mengajak kaum hawa untuk menjadi pelopor gerakan menanam sayur-sayuran, ternak ikan maupun unggas di setiap pekarangan rumahnya.

Ditemani Endang yang sudah memulai beternak burung puyuh petelur ini, Rasidah tampak bersemangat melihat-lihat mulai dari anak-anak burung tersebut dan mulai mengutip telur-telur burung puyuh.

Endang menceritakan cerahnya prospek beternak burung puyuh, dimana pemasaran telurnya lancar, harga telur normal, dan ketersediaan pakan cukup memadai.

"Alhamdulillah, usaha beternak Puyuh ini bisa menguntungkan. Sehari sudah bisa menghasilkan 6 papan sekali panen," ujar Endang.

Ia melanjutkan, satu papan itu sebanyak 100 butir dijual Rp30.000. Jika dijumlahkan sehari diperoleh Rp180.000 per hari, dari 600 ekor yang produktif.

Prosesnya ia mulai dari penetasan sampai burung puyuhnya bertelur. Endang memilih beternak puyuh karena tidak banyak memakan tempat, sehingga bisa dipelihara di pekarangan rumah. Ia pun diuntungkan karena sudah ada komunitas peternak burung puyuh di kecamatan Bungaraya.

"Berawal dari 50 ekor Puyuh yang diberikan teman suami, hingga saat ini sudah berkembang biak menjadi banyakah pokoknya," sebut dia sambil tersenyum.

Selain menjual telur burung Puyuh, ia mengaku juga menjual burung puyuh anakan dan indukan. Untuk umur 20 hari ia jual Rp8.000 per ekor, umur 30 hari Rp10.000 dan yang produktif atau siap bertelur Rp12.000 per ekor.

Ia berharap ada bantuan alat pembuat pakan ternak, minimal 1 unit untuk perkumpulan peternak se-Kecamatan Bungaraya. Hal ini kata dia, untuk menanggulangi pembelian pakan dengan harga yang tinggi. ***

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Kisah Perjuangan Riski Penyandang Disabilitas Tetap Semangat Jalani Hidup
95 Paket Bantuan Spesifik Diserahkan Kepada Perempuan, Anak, dan Lansia di Kabupaten Siak
Prajurit Satgas Pamtas Yonif 125/Simbisa Bantu Warga Panen Padi di Tapal Batas
Dua Ekor Sapi Bantuan PTPN V untuk DPRD Riau Hilang Misterius
Prajurit Yonif MR 413 Bremoro Bersihkan Gereja Pentakosa Bersama Warga

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter