Home  / Peristiwa
Infeksi Baru Covid di Semarang Diduga Lewat Alat Absensi
Selasa, 7 Juli 2020 | 00:45:54
(ANTARA FOTO/AJI STYAWAN)
Ilustrasi pemeriksaan virus corona di sebuah pusat perbelanjaan di Semarang, Jawa Tengah.
SEMARANG - Penularan virus corona (Covid-19) di tiga perusahaan di Kota Semarang diduga terjadi melalui media alat absensi sidik jari dan kegiatan makan bersama yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam, dari hasil penelusuran, karyawan yang terinfeksi Covid-19 saat melakukan absen dengan menyentuhkan jari tangan ke alat pemindai sidik jari. Dan usai menyentuh alat itu, karyawan tidak mencuci tangan atau memakai cairan pembersih.

Yang kedua, penularan terjadi lewat kegiatan makan bersama saat istirahat kerja, yang tidak dilakukan berjarak atau pembatasan dengan penghalang.

"Kita lihat dan simpulkan sementara, itu dari finger print. Saat absen, tangan atau jari menyentuh alat, padahal alat terkontaminasi dari karyawan yang positif. Yang menyentuh, kemudian tidak cuci tangan atau pakai hand sanitizer. Untuk yang kedua, karena makan bersama, perusahaan dan karyawan tidak melakukan physical distancing dengan berjarak atau dibatasi barrier", ungkap Hakam di kantornya, Senin (6/7).

Tiga perusahaan di Kota Semarang disebut menjadi klaster baru penyebaran corona, dimana hampir 200 karyawan terdeteksi positif terjangkit Covid-19. Klaster perusahaan ini menyumbang paling besar angka positif covid-19 saat ini di Kota Semarang yang mencapai 716 kasus.

"Untuk tiap perusahaan jumlah yang positif berbeda-beda, ada yang 47 karyawan, ada yang 24 karyawan dan ada yang 100 lebih. Ini belum ditambah tracking kita ke orang terdekat dan keluarganya", tambah Hakam.

Terdeteksinya tiga perusahaan sebagai klaster baru tak lepas dari tes massal Covid-19, baik rapid maupun swab, yang dilakukan Pemkot Semarang di sejumlah tempat umum.

Sebelumnya, Pemkot Semarang sempat berhasil mendeteksi klaster di pasar, kantor Balai Kota Semarang dan sebuah kantor bank.

"Ini komitmen kami menangani kasus covid. Tes massal covid baik rapid dan swab kita lakukan secara masif sebagai upaya deteksi dini dan penindakan disertai pencegahan yang cepat. Ini akan terus kami lakukan dengan resiko angka positif covidnya terus nambah", ujar Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

(CNNIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Cara Mencegah Covid-19 pada Orang dengan Diabetes
Cegah Penyebaran Covid-19 Polsek Kerumutan Cek Suhu Tubuh Jemaat Gereja
Patroli Gabungan TNI-Polri dan Satpol PP Siak Imbau Warga Gunakan Masker dan Jaga Jarak
Antisiapasi Penyebaran Covid-19, Polsek Tanah Putih Lakukan Pendisiplinan Adaptasi Kebiasaan Baru
Panglima TNI : Pandemi Covid-19 Harus Ditangani Dengan Extra Ordinary

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter