Home  / Peristiwa
Kesal Karena Menangis, Ayah di Pekanbaru Bunuh Anak Tirinya yang Berumur 3 Tahun
Minggu, 29 Maret 2020 | 20:16:45
riaueditor
PEKANBARU, riaueditor.com - Muhammad Yahya Akbar, balita berusia 3 tahun, meninggal dunia di tangan ayah tirinya bernama Lucky Oktawiranda (25), warga Gg Sepak I RT 01 RW 20 Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau. 

Sebelum ditangkap, tersangka diketahui ikut mencari korban dan berencana membuat laporan anak hilang agar perbuatan sadisnya tidak dicurigai warga.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol H Nandang Mu`min Wijaya SIK MH melalui Kapolsek Rumbai Iptu Viola Dwi Anggreni, SIK mengatakan penganiayaan terhadap balita itu berlangsung di rumah pelaku, Minggu (29/3/2020) sekitar pukul 09.00 Wib. 

"Pelaku kesal karena anak tirinya itu sering menangis saat ditinggal ibunya," kata Iptu Viola.

Menurut Iptu Viola, penyebab meninggalnya balita bernama Muhammad Yahya Akbar ini, karena dianiaya menggunakan tangan oleh ayahnya tirinya. Sehingga balita itu mengalami luka serius dibagian tubuhnya. 

"Setelah tak bernyawa korban lalu dibuang ke ladang ubi milik warga yang ada sekitaran Jalan Ikan Parang Perumnas Muara Fajar Permai RT 005 RW 006, Kelurahan Muara Barat, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru," jelas Iptu Viola. 

Ketika kejadian, kata Viola, istri pelaku Lia Eka Putri (20), sedang keluar sebentar untuk berbelanja di kedai yang tak jauh dari rumahnya. 

Pada saat itu, Lia pulang dari kedai dan melihat anaknya sudah tidak ada dirumah, ia pun bertanya ke suaminya dan dijawab pelaku tadi sudah pulang. 

Sekira pukul 15.00 Wib ibu korban dan pelaku bersama warga mencari korban di sekitar tempat tinggal namun tak membuahkan hasil. 

Hingga akhirnya, pelaku menemukan korban didalam semak atau ladang ubi milik warga dalam keadaan sudah tidak bernyawa dan menghubungi pihak Polsek Rumbai dan langsung mengamankan areal TKP dari warga yang telah ramai.

Dari informasi tante korban atas nama Nurhayati, korban sering mendapat perlakuan kekerasan dari ayah tirinya ini. 

"Setelah diamankan dan diinterogasi, pelaku mengakui jika dirinya telah membunuh korban dan membuang korban ke ladang ubi milik warga," ungkapnya. 

Akibat perbuatannya, kata Viola, pelaku dijerat Pasal 80 jo 76 c UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun. (dri) 



Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Dua Jambret Jalanan di Pekanbaru Ditembak Polisi
Banjir di Bonai Akibatkan Jalan Rusak Parah
Ayah Tiri di Pekanbaru Tega Aniaya Anaknya Berusia 1,5 Tahun Hingga Tewas
Melawan dan Kabur Saat Ditangkap Maling Kursi Gereja di Dor
Bekuk Komplotan Jambret 4 TKP di Bangko, Polisi Amankan 35 Gram Sabu

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad