Home  / Peristiwa
Mahasiswi RI di Wuhan: Ibu Menlu Jemput Kami
Rabu, 29 Januari 2020 | 15:59:26
(Chinatopix via AP)
Virus corona di China
JAKARTA - Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Provinsi Hubei, China, mendesak pemerintah untuk segera mengevakuasi mereka dari kota itu.

Yuliannova Chaniago, mahasiswi Indonesia yang sudah tinggal di Wuhan selama tiga tahun terakhir mengaku kini hidup penuh ketidakpastian setelah kota itu diisolasi akibat wabah virus corona.

Kata dia, saat ini temannya sesama mahasiswa telah dievakuasi oleh negaranya keluar dari Wuhan.

"Ibu menlu jemput kami, teman-teman kami dari negara German, Jepang, Syiria, Palestine, Jordan mereka sudah keluar dari dormitory," kata Yuliannova lewat akun Twitter, Rabu (29/1).

Dia mengatakan kini hidup di Kota Wuhan penuh dengan kekhawatiran di mana ambulans mondar-mandir membawa pasien sudah menjadi pemandangan umum.

"Kami ini adalah korban di Virus Corona bu. Tempat tinggal kami jauh dari Indonesia."

"Kami memang bisa bertahan tapi ini sudah 6 hari tanpa kejelasan kapan status lockdown ini berakhir. Kami mohon bawa kami keluar dari Kota Wuhan. Kota ini tidak sehat bu," kata mahasiswa S3 Central China Normal University itu.

Hingga kini korban meninggal akibat virus corona di China telah mencapai 132 orang. Pihak berwenang di Provinsi Hubei melaporkan jumlah korban bertambah setelah ditemukan 25 kematian dan 840 kasus baru di sana.

Virus yang menginfeksi saluran pernapasan akut seperti pneumonia itu menebar kekhawatiran dunia karena dinilai sangat mirip dengan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang pada 2002-2003 menewaskan ratusan orang di China dan Hong Kong.

Selain di China, kasus infeksi virus corona juga terdeteksi di Kanada, Amerika Serikat, Prancis, Sri Lanka, Thailand, Taiwan, Vietnam, Korea Selatan, Nepal, Singapura, Australia, Malaysia, Jepang, Kamboja, dan Jerman.

Sejumlah negara berencana mengevakuasi warganya dari Wuhan. Namun Indonesia sendiri belum dapat memastikan apakah dapat melakukan evakuasi.

Menteri Luar Negeri Retno Masudi mengatakan langkah evakuasi WNI dari Wuhan tidak mudah dilakukan karena kota itu masih diisolasi. 

(cnnindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Laporan Lembaga Australia: China Hancurkan 16.000 Masjid di Xinjiang
Pecah Rekor Lagi, Kasus Positif 25 September 4.823 Orang
Dirut PTPN II Meninggal karena Corona
Bertambah 231 kasus Konfirmasi, Positif Covid-19 Riau Jadi 6.120 kasus
Corona Belum Usai, Ada Pandemi Mematikan Lain di Eropa

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter