Home  / Peristiwa
Air Laut Surut usai Gempa, Warga Buleleng Berhamburan Takut Tsunami
Kamis, 14 November 2019 | 21:31:53
Foto : BMKG
Ilustrasi Episentrum gempa di Denpasar Bali
BALI - Warga Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali, berhamburan keluar rumah dan pergi ke dataran yang lebih tinggi gara-gara isu tsunami usai gempa beruntun mengguncang Bali dan berpusat di Kabupaten Buleleng pada Kamis petang, 14 November 2019.

Berdasarkan informasi yang dihimpun VIVAnews, warga mulai mengevakuasi diri usai mengetahui air laut surut. Mereka lantas berbondong-bondong menggunakan kendaraan menuju dataran tinggi.

Ribuan warga menggunakan kendaraan sepeda motor dan mobil bergegas menuju dataran tinggi. "Air laut sudah surut setelah gempa. Kami berlari ke dataran lebih tinggi," kata warga bernama Fauzan.

Warga menerima informasi bahwa alarm tanda tsunami berbunyi. Informasi itu tersebar dari warga dan membuat panik. "Itu sebabnya warga lari berhamburan," kata warga lainnya.

Pulau Bali diguncang gempa beberapa kali secara beruntun pada Kamis petang, 14 November 2019. Gempa berpusat di perairan Kabupaten Buleleng.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa-gempa itu tidak menimbulkan tsunami.

Meski pusat gempa berada 66 kilometer barat laut Kota Denpasar, getarannya dirasakan cukup kuat di ibu kota Bali itu. Sejumlah warga berhamburan keluar rumah. Pintu, kaca dan bangunan bergetar cukup keras dan dirasakan beberapa lama. 

(vivanews.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Meninggal di Atas Sepeda Motor, WNA di Bali Positif Corona
Gempa Magnitudo 6,6 Guncang Bali
Sedih.. Dua Balita di RI Positif Virus Corona, Sakit Ringan
BMKG: Gempa Selatan Jawa Dekat Sumber Gempa Dahsyat 1937
Gempa 5,8 Magnitudo Guncang Bengkulu

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad