Home  / Peristiwa
Vokal Saat Demo, Sejumlah Guru Dimutasi Ngadu ke Komisi III DPRD Pekanbaru
Selasa, 12 November 2019 | 16:20:06
eza/riaueditor.com
PEKANBARU,-- Rombongan guru PNS yang mengajar di SD dan SMP Negeri kota Pekanbaru mendatangi kantor DPRD Kota Pekanbaru guna menemui Komisi III untuk mengadukan nasib mereka. Kedatangan mereka ke gedung rakyat ini agar permasalahan mereka didengar dan diberikan solusi untuk mereka. 

Tekanan masih dirasakan para guru ini. Diduga para guru yang vokal saat demo beberapa waktu lalu dimutasi ke dinas struktural maupun sekolah lain sehingga menyebabkan mereka tidak mendapatkan jam mengajar sehingga sertifikasinya tidak dapat lagi diterima.

"Sebetulnya mutasi ini bagus, mutasi untuk penyegaran guru-guru. Tapi mutasi sekarang tidak sesuai dengan tujuan mutasi sesungguhnya. Yang mengakibatkan guru-guru resah dan galau karna ditempat yang baru akan ada kehilangan hak yang harus mereka terima seperti sertifikasi. Nampak sekali mutasi ini dilakukan secara sembrono, karna ditempat yang baru jam untuk mendapatkan hak sertifikasi tidak terpenuhi. Kemudian ada beberapa guru perhari ini sudah dipanggil dan dipindahkan ke struktural. Tentu tidak semua guru bisa pindah ke struktural," jelas Zulfikar Rahman salah satu perwakilan guru yang hadir, Senin (11/11) siang

Para guru yang tiba-tiba dimutasi ini tidak mengerti alasan dimutasi. Tanpa adanya sosialisasi.

"Tiba-tiba ditelfon kepala sekolah atau guru yang bersangkutan untuk ambil SK di dinas pendidikan. Jadi dilihat Sk nya ternyata dipindahkan," ungkapnya.

Zulfikar berharap mutasi yang terjadi menjadi sehat, kemudian kalau mutasi biasanya kita mengusulkan kita (guru_red) mau pindah.

"Kalau kita masih betah kenapa dipindahkan. Kita tidak ingin berprasangka buruk, tapi tidak bisa dipungkiri ada hubungan yang sangat kuat, mengapa orang-orang yang kemaren aktif (demo) dipindahkan. Tentu kami berasumsi ada hubungan. Ini kan orang-orang yang dulu ke dprd kan. Walaupun dinas pemdidikan berbicara katanya mutasi ini betul-betul penyegaran," ungkapnya.

Dengan dirinya bersama rombongan guri lain mendatangi Komisi III untuk menyampaikan uneg-unegnya dimana mereka merasakan tidak sesuai dan mereka menyampaikan aspirasinya.

"Supaya ada jalan keluar yang ditempuh kita sama-sama merasa nyaman kembali bekerja. Walaupun ditempat baru yang tidak menghilangkan hak-hak guri," pangkas Zul.

Ketua Komisi III DPRD kota Pekanbaru, Yasser Hamidy SPi menyampaikan kehadiran para guru ini diterima pihaknya, ia dan anggota Komisi III lainnya akan memanggil Dinas Pendidikan, BKD dan Inspektorat untuk menggelar rapat terkaiy hal-hal yang disampaikan para guru ini.

"Apa yang mereka sampaikan akan kita folow up dan kita akan coba hadirkan dinas pendidikan, BKD dan Inspektorat bersama-sama merembukkan masalah ini agar ada solusi. Dimana solusi ini akan menguntungkan kedua belah pihak. Rencana kita secepatnya untuk disegerakan (mengadakan pertemuan) karna kita harus rapatkan dengan teman-teman lain," ujar Yasser. (eza)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Dua Prajurit TNI Satgas Yonif Raider Khusus 136/TS Jadi Guru di Maluku Tengah
Korban Perkosaan di India Dibakar saat Menuju Pengadilan
Guru PPKn Cabuli 18 Siswa SMP di Malang dan Palsukan Ijazah
Guru SMP di Malang Minta 18 Siswanya Masturbasi, Modusnya untuk Penelitian
Setelah Dua Hari Penggalian, Kedua Jasad Korban Longsor Rohul Akhirnya Ditemukan

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad