Home  / Peristiwa
Polda Riau Bersama Wartawan Gelar Nonton Bareng Film “Hanya Manusia”
Selasa, 12 November 2019 | 14:11:22
riaueditor
PEKANBARU, riaueditor.com - Kepolisian Daerah Riau yang diwakili Wakapolda Riau Brigjen Pol Drs Sutrisno Yudi Hermawan menggelar acara nonton bareng (nobar) film berjudul ''Manusia Biasa'' bersama wartawan dan masyarakat di XXI Ciputra Pekanbaru, Senin (11/11/2019) malam.

Turut hadir dalam acara nonton bareng tersebut, Pejabat Utama Polda Riau beserta Ibu Bhayangkari dan para wartawan beserta keluarganya.

"Pesan dari film ini ingin menunjukkan bahwa polisi juga manusia biasa yang punya latar belakang, punya masalah pribadi namun disisi lain juga harus mampu melindungi masyarakat," ungkap Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto usai acara nonton bareng.

Narto mengatakan figur polisi masa kini adalah yang mampu bekerja dengan ikhlas untuk kepentingan rakyat. Secara khusus, dia menyebutkan salah satu tugas dari Bareskrim adalah untuk mengungkap kasus. 

''Tadi bisa dilihat bagaimana cara untuk mengungkap kasus, tapi ini adalah hanya salah satu contoh yang difilmkan,'' jelasnya.  

Hanya Manusia dibintangi Prisia Nasution, Lian Firman, dan Yama Carlos dengan garapan tangan dingin sutradara Tepan Cobain. Film ini merupakan hasil karya Divisi Humas Polri yang resmi tayang di bioskop Tanah Air sejak Kamis 7 November.

Film ini menceritakan tentang perwira polisi wanita bernama Annisa yang diperankan oleh artis Prisia Nasution. Dia bertugas sebagai anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara.

Bersama anggota polisi lainnya, Annisa berhasil membongkar kasus perdagangan manusia, yakni gadis-gadis di bawah umur.

Emosi penonton makin teraduk-aduk ketika adik semata wayang Annisa juga turut diculik oleh sindikat itu. Meski tegang, namun film ini juga diselipi humor-humor segar.

Film ini menuai pujian masyarakat yang turut nobar. Mereka mengaku baru mengetahui jika polisi harus mematuhi prosedur dalam mengungkap kasus.

Meski dilengkapi dengan senjata api, namun polisi juga tak bisa sembarangan dalam menggunakannya walaupun nyawanya sudah terancam. 

"Kan kita itu kalau melihat polisi, sepertinya ya hanya begitu. Menangkap penjahat, menembak. Tapi ternyata ada prosedurnya. Malah walau sudah sesuai prosedur tapi juga masih dimarahi atasannya," ungkap Deni Setiawan, salah satu penonton. (***)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Bangun Ketahanan Pangan, Kapolresta Bersama Walikota dan Dandim 0301 Pekanbaru Resmikan Kampung Tangguh
Dukung Ketahanan Pangan, Kapolda Riau Lounching Gerakan Jaga Kampung
Kunjungi Pelalawan, Kapolda Riau Sampaikan Sejumlah Pesan Penting
Ditpolair Polda Riau Tangkap Kapal KLM Wan Rezki Jaya Bermuatan 1.062 Dus Rokok Ilegal
Babinsa Koramil 14/Kepenuhan Bersama Tiga Pilar Ciptakan dan Laksanakan Gotong Royong di Wilayahnya

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter