Home  / Peristiwa
Ke Kanada Disaat Warga Dirundung Asap, Mahasiswa Desak LAM Cabut Gelar Firdaus
Kamis, 26 September 2019 | 09:36:58
istimewa
PEKANBARU - Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Pekanbaru menegaskan segera menindaklanjuti desakan mahasiswa untuk mencabut gelar adat Datuk Bandar Setia Amanah yang melekat pada Walikota Pekanbaru, Firdaus. 

Hal ini ditegaskan langsung oleh Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Kota Pekanbaru, Said Usman Abdullah.

"Kami telah menerima surat dari mahasiswa kita itu. Intinya, kami tentu akan segera bawa dalam rapat dengan tokoh-tokoh adat dan kemudian kita juga ingin nantinya berkoordinasi mengenai dugaan-dugaan yang telah dipaparkan para mahasiswa tersebut," tegas Said Usman via seluler, Rabu (25/9/2019).

Sebelumnya, pernyataan ini dikeluarkan LAM Pekanbaru setelah menerima langsung surat yang dibawa oleh rombongan mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Riau (GMP2R) ke Balai Adat Melayu Kota Pekanbaru, petang tadi. 

Desakan GMP2R kepada LAM Pekanbaru untuk mencabut gelar adat itu karena menilai Firdaus bukan lagi menjadi pemimpin yang amanah.

Menurut GMP2R, ada dua hal yang membuat Firdaus tak layak lagi menyandang status gelar adat tersebut, pertama Firdaus memanfaatkan jabatannya untuk memperkaya diri sendiri dan keluarga. Kedua, sebagai pemimpin Firdaus tega pergi ke Kanada disaat masyarakat Pekanbaru diserang kabut asap.

Dari poin-poin tersebut, jelas Said Usman Abdullah, LAM akan segera menindaklanjuti desakan mahasiswa. Apalagi, katanya, dugaan poin pertama tampak begitu lengkap diungkapkan oleh mahasiswa.

"Sampai siapa pejabatnya, siapa kontraktornya, siapa penerima feenya, semua tampak gamblang dipaparkan oleh GMP2R. Tentu bukan hal yang mudah bagi mereka untuk memaparkan itu kalau indikasinya tak ada. Makanya kita harapkan keterbukaan Pemko untuk koordinasi. Jika dugaan ini memang benar, tentu ini menyalah dan tak bisa dibiarkan. Tapi kalau ini salah, nah sudah sepantasnya Pemko terbuka dan memakai hak jawabnya," ujar Said Usman.

Mengenai keluhan mahasiswa di poin kedua, LAM Pekanbaru sendiri, tegas Said Usman turut kecewa atas kepergian Walikota Pekanbaru ke Kanada itu, bahkan LAM ujarnya, sangat mengecam hal tersebut.

"Kita sangat kecewa dan mengecam tindakan itu. Padahal masyarakat sangat memerlukan tindakan yang cepat dari pemimpinnya bagaimana cara agar meminimalisir dampak kabut asap tersebut. Bukan malah meninggalkan mereka bagai ayam kehilangan induk," geram pria yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD tiga periode itu.

GMP2R sendiri, sebelum ke LAM Pekanbaru sore tadi, sudah pula mendatangi langsung kediaman dinas Walikota Pekanbaru sekitar pukul 2 siang. Disana GMP2R melakukan orasinya mendesak pertanggungjawaban Walikota Pekanbaru, Firdaus, atas dugaan yang mereka ungkapkan. 

Setelah itu GMP2R melakukan long march ke Reskrimsus Polda Riau, untuk mendesak polisi segera mengusut segala dugaan proyek yang ada di Kota Pekanbaru yang disinyalir telah memperkaya diri pribadi Walikota Pekanbaru Firdaus serta kroni dan keluarganya.

Salah satu yang disorot mereka adalah kasus ganti rugi lahan perkantoran Pemko Pekanbaru yang nilainya sangat fantastis, mencapai Rp800 miliar.(rls)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Viral, Pemuda Ngamuk Hancurkan Fasilitas Masjid di Aceh
Kisah Tobat Mike Tyson Hingga Memeluk Islam
50 Mahasiswa Unilak Terima Beasiswa Bank Indonesia
Dosen Fakultas Ilmu Budaya Unilak Gelar Bimtek Perpustakaan Digital
Kelola Blok Rokan, LAM Riau Alami Krisis Kepercayaan?

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad