Home  / Peristiwa
Melanggar Etik, Enam Personil Polda Riau Lepas Baju
Senin, 19 Agustus 2019 | 13:15:43
riaueditor
Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo saat memasangkan baju batik ke seorang personil yang di PTDH.
PEKANBARU, riaueditor.com - Polda Riau memberhentikan secara tidak dengan hormat enam anggotanya. Hal ini dilakukan sebagai bentuk realisasi penerapan kedisiplinan demi terwujudnya supremasi hukum internal Polri.

Pemberhentian atau pemecatan terhadap enam anggota Polri tersebut dilakukan pada upacara yang digelar di lapangan Apel Mapolda Riau, Senin (19/8/2019) pagi. 

Upacara pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) enam anggota Polda Riau tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo.

Keenam personel yang dipecat itu, yakni, Putra Budi Rahman mantan personil Resnarkoba Polda Riau melanggar  Pasal 11 huruf c dan Pasal 11 huruf d Perkap Nomor 14  Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia yaitu tidak menjalankan kewajiban dengan menaati dan menghormati norma kesusilaan, norma agama, nilai-nilai kearifan lokal dan norma hukum dan tidak menjaga dan memelihara kehidupan berkeluarga secara santun  

Kemudian Harpin, mantan personil Yanma SPN Pekanbaru, melanggar  Pasal 12 ayat 1 huruf (a) PP RI Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian anggota Polri, yaitu telah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Pekanbaru Nomor : 601/Pid Sus/2017/PN Pekanbaru tanggal 25 Agustus 2017 selama 5 tahun, tanpa hak melawan hukum memiliki nakotika golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram.

Carli Togu Suprianto mantan personil Satnarkoba Polres Dumai melanggar Pasal 14 ayat 1 huruf (a) PP RI  Nomor 1 Tahun 2003 tentang pemberhentian anggota Polri, yaitu telah meninggalkan tugasnya secara tidak sah dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut terhitung mulai tanggal 13 Maret 2018 sampai dengan 23 April 2018.

Lalu, Yoga Sakti Munandar, mantan personil Polres Indragiri Hilir, melanggar Pasal 14 ayat 1 huruf (a) PP RI Nomor 1 Tahun 2003 tentang pemberhentian anggota Polri, karena telah meninggalkan tugasnya secara tidak sah dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut terhitung mulai tanggal 01 Februari 2017 hingga 17 Maret 2017 dan berlanjut kembali dari tanggal 18 Maret 2017 sampai dengan 07 Januari 2018.

Selanjutnya, Akhmad Khusaeri mantan personil Brimob Polda Riau, melanggar Pasal 12 ayat 1 huruf (a) PP RI No 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian anggota Polri, dan telah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan PN Pekanbaru Nomor : 562/PID.SUS/2017/PN Pekanbaru tanggal 27 Juli 2017 selama 7 (tujuh) tahun dan denda Rp 8 juta rupiah serta terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana dengan tanpa hak atau melawan hukum menguasai nakotika golongan I bukan tanaman (sabu).

Terakhir, Ilham Suardi mantan personil Sabhara Polres Pelalawan, pengukuhan PTDH, Skep PTDH Bulan November 2018 yang lalu.

Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo menyebut, bahwa pemberhentian enam personil Polri ini menjadi koreksi untuk kita semua, agar semua personil lebih awas dan berhati-hati agar tidak terjerumus dalam tindak/laku yang bisa merugikan institusi Polri, diri dan selanjutnya merugikan keluarga kita sehingga harus di PTDH. 

Menurutnya, keputusan tegas yang diambil ini merupakan langkah terakhir. Dimana sebelumnya telah dilaksanakan pembinaan terhadap yang bersangkutan. Namun tidak ada itikad baik untuk berubah maka personil yang membandel itu lebih baik berada diluar institusi Polri.  

"Lebih baik membina yang sudah ada dan baik perilakunya. Bagi Polri junior yang baru saja dilantik agar menjaga diri, karena sangat rentan dengan godaan. Yang muda yang sering terpengaruh gegara Gadget lepas kendali dan akhirnya salah dalam menggunakan tekhnologi," kata mantan Wakapolda Jatim ini.

Seperti diketahui bersama, lanjut Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo, Provinsi Riau termasuk dalam 5 besar dari seluruh Indonesia dalam penyalahgunaan narkoba tertinggi.

"Karena itu kita harus ingat bahwa keluarga kita mengharapkan kita, jangan mengecewakan keluarga," tegasnya. (dri) 

 






Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
BKD Riau Juara Futsal Harhubnas
Masalah Asap Riau, BNPB: Jika Berhasil Anda Pahlawan, Jika Gagal, Kita Ini Pembunuh Potensial
BKD Riau Tempatkan 2 Tim ke Perempat Final Futsal Harhubnas
Kasus Karlahut, Polda Riau Tetapkan Tersangka 47 Perorangan dan 1 Korporasi
Kepala BKD Riau Terima Laporan Hasil Penilaian Kompetensi JPTP dan Administrator Riau

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad