Home  / Peristiwa
Tewaskan Satriandi, Polisi Temukan Senjata Api, Ratusan Peluru dan Granat
Selasa, 23 Juli 2019 | 15:44:34
riaueditor
PEKANBARU, riaueditor.com - Tim Ditreskrimum Polda Riau menembak mati, Satriandi dan rekannya Ahmad Royand di Perumahan Palma Residence, Jalan Sepakat, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Selasa (23/7/2019) pagi, sekitar pukul 06.30 WIB. 

Satriandi dan Ahmad Royand tewas usai baku tembak dengan anggota Ditreskrimum Polda Riau dengan diback up oleh Sat Gegana Brimobda Riau. Pelaku lainnya, Randi Novrianto berhasil dibekuk saat akan mencoba kabur dari sergapan petugas. 

Hasil penggeledahan dirumah milik pecatan polisi dan terduga bandar narkoba serta pelaku pembunuhan itu ditemukan senjata api laras panjang, pistol Revolver, ratusan butir peluru, magazen hingga senjata pelontar panah berbentuk trisula. 

"Iya ada senjata api laras panjang dan pistol serta granat juga. Pelurunya ratusan," ujar Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo didampingi Dir Reskrimum Kombes Pol Hadi Poerwanto dan Kabid Humas Kombes Pol Sunarto, Selasa (23/7/2019) siang. 

Dari informasi didapat dalam penggerebekan itu, polisi berhasil mengamankan 2 pucuk senjta api laras panjang beserta tele dan peredam, 3 pucuk pistol Revolver, 3 Magazen, 1 buah granat nenas, 398 butir peluru aktif, 1 buah air soft gun, 209 butir peluru air soft gun, per gun bentuk trisula, 31 buku tabungan, 7 paspor, radio Motorolla, 4 unit handphone, 5 KTP, kamera digital, borgol, bong sabu, dompet, uang tunai, ATM, 1 unit mobil Kijang Inova hitam Nopol BM 120 YY, bodyface, sarung pancing/sarung senjata, kotak senjata dan tas sandang serta barang bukti terkait narkoba. 

Lanjut dikatakan Kapolda, dalam insiden baku tembak itu ada dua tewas yakni Santriandi dan rekannya, satu lagi mengalami kritis akibat tertembak. 

"Selain itu ada satu anggota kepolisian yang terkena tembakan dibagian lengannya, terhadap anggota yang terkena tembakan akan kita berikan penghargaan," ujar Kapolda Riau. 

Tersangka Satriandi merupakan pecatan polisi yang bertugas di Polres Rokan Hilir karena keterlibatannya dalam kasus narkoba. 

Sebelumnya, pada Mei 2015 Satriandi digerebek aparat Satresnarkoba Polresta Pekanbaru disebuh kamar yang berada di lantai 8 Hotel Aryaduta, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, atas kasus kepemilikan narkoba jenis sabu dan ribuan pil ekstasi.

Dia berusaha kabur dengan cara melompat dari lantai 8. Akibatnya Satriandi mengalami patah kaki, tangan dan luka serius pada bagian kepala. Pun begitu, dia berhasil selamat namun diduga mengalami gangguan kejiwaan. 

Kemudian kepolisian tidak melanjutkan perkaranya, karena Satriandi dinyatakan tidak bisa memberikan keterangan apapun karena mengalami gangguan kejiwaan.

Lalu di awal tahun 2017, Satriandi menembak mati seorang pemuda bernama Jodi Setiawan warga Kampung Dalam bermotifkan persaingan bisnis narkoba. 

Satriandi sempat kabur usai penembakan tersebut, namun berhasil ditangkap petugas Satreskrim Polresta Pekanbaru di wilayah Batipuh, Sumatera Barat.

Atas kasus pembunuhan menggunakan senjata api itu, Satriandi diseret ke meja hijau dan divonis dengan hukuman 12 tahun penjara, sebelum akhirnya kabur dari Lapas dengan cara menodong petugas jaga dengan senjata api. (dri) 


Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Masalah Asap Riau, BNPB: Jika Berhasil Anda Pahlawan, Jika Gagal, Kita Ini Pembunuh Potensial
Ketua Apegti, Gula Revinasi Banyak Beredar di Riau
BKD Riau Tempatkan 2 Tim ke Perempat Final Futsal Harhubnas
Kasus Karlahut, Polda Riau Tetapkan Tersangka 47 Perorangan dan 1 Korporasi
Sambut HUT Lalu Lintas Ke-64, Satlantas Polresta Pekanbaru Adakan Pengobatan Gratis

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad