Home  / Peristiwa
Kasus Dugaan Suap Ketua KPPS, AMRB Minta KPU Kota Pekanbaru Diskualifikasikan Noviwaldi Jusman
Jumat, 19 Juli 2019 | 15:48:40
riaueditor
PEKANBARU, riaueditor.com - Puluhan mahasiswa, tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Riau Bersatu (AMRB) mendatangi kantor KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kota Pekanbaru, di Jalan Arifin Ahmad Kecamatan Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Jumat (19/7/2019) siang, sekitar pukul 15.00 WIB. 

Dalam orasi yang dibacakan oleh Mutaqin Nasri selaku Kordinator Umum (Kordum) para mahasiswa tersebut menyampaikan beberapa poin tuntutan mereka terhadap KPU Pekanbaru. 

Poin pertama mereka menyerukan pihak KPU mendiskualifikasikan caleg DPRD Riau Dapil Pekanbaru I Noviwaldi Jusman alias Dedet, karena dugaan terbukti melakukan penyuapan kepada Ir selaku Ketua PPS Kelurahan Pesisir, Kecamatan Lima Puluh pada pemilihan legislatif 17 April 2019 lalu.

Kedua para mahasiswa meminta kepada KPU Pekanbaru memberikan sanksi tegas kepada oknum yang diduga telah melakukan pelanggaran penyuapan kepada Ketua KPPS Kelurahan Pesisir, Kecamatan Lima Puluh, yakni saudara Is. 

Kemudian AMRB meminta kepada KPU Pekanbaru untuk mengaji ulang atas permasalahan penyuapan ini karena sudah jelas terbukti bahwasanya KPU Kota Pekanbaru telah memberikan sanksi tertulis terhadap Is karena selaku Ketua KPPS Kelurahan Pesisir. 

Selanjutnya, AMRB meminta kepada KPU Kota Pekanbaru karena ada kongkalikong antara Noviwaldi Jusman dengan pihak Bawaslu Kota Pekanbaru karena pihak KPU Kota Pekanbaru sudah menyatakan terbukti melakukan pelanggaran kode etik sebagai penyelenggara pemilu dan KPU sudah memberikan sanksi peringatan tertulis kepada Is sebagai Ketua KPPS Kelurahan Pesisir Kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru. 

Terlepas dari poin yang mereka sampaikan, AMRB juga mendukung profesional dan jujur Komisioner KPU Pekanbaru, namun apabila yang menjadi tuntutan mereka hari ini tidak ditindaklanjuti AMRB akan melakukan aksi lagi dengan massa yang lebih banyak lagi. 

"Jika benar-benar terbukti kami berharap agar pihak yang bersangkutan bisa di diskualifikasi agar tidak hanya supermasi hukum saja di negara tercinta kita ini. Jadi jangan sampai ada kompromi atau kongkalikong terjadi antara oknum yang satu dengan yang lainnya," pungkas Mutaqin Nasri kepada riaueditor.com, ditemui usai melakukan aksi demo di KPU Pekanbaru. 

Terkait kasus dugaan suap yang melibatkan Noviwaldi Jusman alias Dedet ke KPPS ini, pihak kepolisian juga mulai mendalaminya dengan melakukan penyelidikan. 

"Penyidik sudah memeriksa beberapa saksi untuk dimintai keterangannya. Kasus ini juga masih pengaduan," kata AKP Awaluddin Syam beberapa waktu lalu. 

Dia menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap laporan pengaduan ini untuk mencari unsur pidananya. 
 
"Masih tahap penyelidikan, apakah delik aduan ini ada terdapat unsur pidananya atau tidak," sebutnya.
 
Awaluddin menambahkan, penyidik akan terus mengorek keterangan saksi yang dipanggil saat ini. Setelah semua terkumpul, pihaknya kemudian akan melakukan gelar perkara untuk mengarah tersangkanya. (dri) 



Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Dugaan Suap Noviwaldi Jusman ke Ketua KPPS, Ketua KPU Kota Pekanbaru Diperiksa Polisi 3 Jam
Korban, Minta Polisi Ungkap Motif Kasus Pembacokan di Foodcourt New Pokemon Game
Pasangan H Irwan - H Said Hasyim Pendaftar Kedua

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad