Home  / Peristiwa
Komnas HAM Sebut 2 Korban Tewas Aksi Rusuh 22 Mei Tertembak Peluru Tajam
Jumat, 14 Juni 2019 | 06:43:26
(Doc. Net)
Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik
JAKARTA - Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufak Damanik mengatakan bahwa dua korban meninggal dalam aksi rusuh 22 Mei di Jakarta akibat tertembak peluru tajam.

"Saya kira hampir bisa kita pastikan dari peluru tajam, apalagi yang dua (tewas) ditemukan peluru tajam," kata Taufan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, (13/06/2019).

Taufan meminta agar peristiwa ini segera diusut kepolisian, termasuk siapa yang menggunakan peluru tajam.

"Harus dicari siapa yang menembakkan peluru tajam itu. Karena memang betul dari 8 yang meninggal tertembak itu, 4 diautopsi dan hanya 2 didapati pelurunya. Saya kira semua bisa meyakini bahwa itu pasti karena peluru tajam," ujar dia.

Bahkan dalam hasil investigasi yang dilakukan Komnas HAM, kalau hanya peluru karet yang digunakan, maka tidak akan memicu perpecahan.

"Karena beberapa korban peluru karet, kita lihat pelurunya hanya nempel di situ (pundak), tidak sampai membahayakan, jadi berbeda dengan korban yang meninggal," ucap Taufan.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebelumnya memang telah mengeluarkan pernyataan terkait korban tewas dalam rusuh dini hari pada 22 Mei. Namun Tito meminta masyarakat tidak langsung menarik kesimpulan mereka merupakan korban aparat.

"Saya mendapatkan laporan dari Kabiddokes, ada 6 orang meninggal dunia. Informasinya, ada yang kena luka tembak, ada yang kena senjata tumpul," ujar Tito dalam konferensi pers di Kemenko Polhukam, Rabu, (22/05/2019).

Tito juga mengingatkan masyarakat soal adanya penyelundupan senjata ilegal untuk aksi 22 Mei ini. Dia bahkan menunjukkan senapan serbu M4 yang disita dari pelaku penyelundupan senjata ilegal.

"Harus kita clear-kan, di mana dan apa sebabnya. Tapi jangan langsung apriori," tutur Tito.

"Karena kita menemukan barang-barang seperti ini (sambil menunjuk senapan M4). Ini di luar tangan TNI dan Polri. Apalagi memang ada upaya untuk memprovokasi itu sehingga membangun kemarahan publik," sambungnya.

(jarrak.id)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
IMEI, Senjata ‘Penumpas’ Ponsel Ilegal
Penjual Ponsel Keberatan Dengan Regulasi IMEI, Kenapa?
Ramai Soal IMEI, Kok Situs kemenperin.go.id/imei/ Malah Down?
Komnas HAM Minta Polisi Segera Buka Hasil Investigasi Kerusuhan 22 Mei
Pemko Pekanbaru Gelar Aksi Bersih Sungai Siak

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad