Home  / Peristiwa
Suami Pengangguran di Pekanbaru Pukul Kepala Istri Pakai Palu
Selasa, 26 Maret 2019 | 21:49:54
riaueditor
PEKANBARU, riaueditor.com - Polsek Payung Sekaki, mengungkap kasus penganiayaan seorang ibu rumah tangga berinisial SS (25) di Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Riau, Senin (25/3) sekitar pukul 18.30 WIB.

"Kasus ini kita ungkap sehari pasca kejadian. Pelaku berinisial NW alias Wahyu (28), diketahui merupakan suami korban," kata Kasubag Humas Polresta Pekanbaru Ipda Budhi Dianda kepada riaueditor.com, Selasa (26/3).

Menurut dia, kejadian itu berawal saat korban dan pelaku terlibat pertengkaran di dalam rumah kontrakan yang berada di Jalan Pemuda Kelurahan Tirta Siak Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu (23/3) malam, sekitar pukul 21.30 WIB. 

"Saat itu terjadi pertengkaran di rumah mereka. Pelaku lalu mengambil sebuah buah martil yang diletakkan dalam kotak perkakas alat-alat kerja, kemudian dangan penuh emosi memukulkan martil tersebut ke kepala istrinya berulang kali tepatnya dibagian depan, samping kiri dan kanan sehingga mengeluarkan darah," katanya. 

Puas menganiaya istrinya, Wahyu pergi menggunakan sepeda motor dengan membawa martil yang diletakkan di dalam jok sepeda motor. 

"Itu dia lakukan untuk menghindari warga yang mengetahui kejadian tersebut. Dan saat tersangka berada di Jalan Arengka II tersangka berhenti di pinggir jalan, lalu mengeluarkan martil dari dalam jok motor dan selanjutnya membuang martil tersebut ke arah semak-semak dengan tujuan untuk menghilangkan barang bukti," jelasnya. 

Serelah membuang barang bukti yang digunakan untuk menganiaya istrinya, Wahyu kembali ke rumah dan warga yang saat itu sudah ramai langsung mengamankannya  untuk dibawa ke Mapolsek Payung Sekaki. 

HMS (28), abang kandung korban yang tak terima adiknya dianiaya, kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polsek Payung Sekaki guna proses hukum lebih lanjut. 

Budi menambahkan, saat ini polisi masih mendalami sebab pelaku tega menganiaya istrinya dengan sadis terebut. 

"Polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku," tuturnya.

Dalam kasus tersebut, polisi telah mengamankan barang bukti kejahatan berupa satu buah martil yang digunakan pelaku untuk menganiaya istrinya. 

"Pelaku dijerat dengan Pasal 44 Ayat 3 UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. Hukumannya 15 tahun penjara," tandasnya. (dri)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
TPF Duga Pelaku Penyiraman Air Keras Pernah Dipermalukan Novel Baswedan
Tim Advokasi Sesalkan Temuan TPF: Terkesan Sudutkan Novel Baswedan
Kerja 6 Bulan, Tim Gagal Ungkap Pelaku dan Dalang Kasus Novel
Tersangka Penganiayaan SMA Taruna Sempat Bacakan Ayat Kursi
Dewan Minta Pemkab Pelalawan Turun Tangan Masalah Pembangunan Jaringan Listrik Warga

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad