Home  / Peristiwa
Cuma karena Nakal, Orangtua Tega Pasung Bocah 10 Tahun
Kamis, 14 Maret 2019 | 08:47:10
Photo : VIVA.co.id/Sherly
Bocah 10 tahun dipasung oleh orangtua
Pasangan suami istri Suhin dan Wagiatu tega mempasung putranya, ZK berusia 10 tahun di dalam kamar rumahnya di Kecamatan Setu, Tangerang Selatan hanya karena nakal. Kejadian ini diketahui dari laporan warga ke Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan.

Pihak Pemkot Tangsel langsung mendatangi lokasi, mendapati ZK tengah dalam kondisi terlungkup dengan kaki yang dipasung menggunakan rantai yang telah berkarat.

Kepala Dinas Sosial Kota Tangsel, Wahyu mengatakan, saat ditemui, kondisi ZK sangat memperihatinkan. Bocah tersebut dalam kondisi tak mengenakan pakaian. Badannya pun sangat kurus akibat kekurangan asupan gizi sehingga ia tak mampu mengangkat badannya tersebut.

"Kita dapat laporan itu, tanggal 12 Maret 2019, kemudian langsung kita lepaskan kemarin. Saat ditemui kondisinya cukup memperihatinkan, dalam kondisi telanjang, kemudian terlungkup ditambah kaki dipasang rantai besi yang sudah berkarat," ujar Wahyu kepada wartawan, Kamis, 14 Maret 2019.

Selain itu, kamar yang dijadikan lokasi pasung pun sudah tak layak untuk ditempati. Sebab, bau kotoran ZA juga memenuhi ruang kamar tersebut. Lantaran sehari-hari bocah malang itu, buang air besar atau kecil, di kasur tersebut.

Dari informasi yang diperoleh pihak Pemerintah Tangerang Selatan, bocah itu telah dipasung selama tiga tahun. Untuk saat ini, ZK dibawa ke rumah singgah untuk mendapat perawatan.

"Sudah dipasung sejak tiga tahun lalu, kami juga mendapati ternyata, ZKA ini juga mengalami keterbelakangan mental. Kekurangan mental dan kondisi disabilitas fisiknya itu diketahui bawaan lahir," ujarnya.

Namun, sampai sekarang, kedua orang tua ZKA belum dipolisikan. Pemerintah setempat masih melakukan penyampaian pemahaman, bila yang dilakukannya itu salah. Terlebih, ibunya masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang lantaran penyakit yang diderita.

"Keluarga ini juga tergolong tidak mampu dan ketidakpahaman juga. Untuk itu, keluarganya sudah kita masukan dalam basis data terpadu kemiskinan dan diusulkan menjadi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT)," ujarnya.

(viva.co.id)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Brigjen TNI Erry Herman S.E. MPA Boncengi Prajurit Tinjau TMMD ke 104 Kodim 0302/Inhu
Pelaksanaan TMMD ke-104 Tahun 2019 Buka Akses Pertanian
Kegiatan Non Fisik TMMD Ke-104 Gunung Toar Beri Penyuluhan Keagamaan Kepada Warga
Pernikahan Bocah ‘Bau Kencur’ Jadi Viral, Alasannya Agar Tidak Kabur dari Rumah
Satgas TMMD Gelar Doa Bersama

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad