SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1442 H
Home  / Pendidikan
Kadisdik Pekanbaru Tegaskan Tak Ada Acara Perpisahan
Selasa, 27 April 2021 | 20:23:21
Kepala Disdik Pekanbaru, DR Ismardi Ilyas
PEKANBARU, riaueditor.com - Menjelang berakhirnya tahun ajaran 2020/2021, Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru mengingatkan Satuan pendidikan, tidak menggelar acara perpisahan. Hal ini mengingat kondisi saat ini  belum memungkinkan.

Penegasan itu disampaikan Kepala Disdik Pekanbaru, DR Ismardi Ilyas, mengantisipasi pungutan uang perpisahan jelang akhir tahun ajaran 2020/2021, khususnya bagi siswa kelas 6 SD dan kelas 9 SMP saat dikonfirmasi, Selasa (27/4/21).

"Untuk tahun ini tidak ada perpisahan. Kondisi kita saat ini sangat tidak baik. Jadi kalau ada yang mengatakan, kami mau buat perpisahan, berkumpul, itu kan ibarat orang berkeluarga", ujarnya.

Menurutnya, perpisahan itu hanya pesta menikah yang wajib. Sekarang menikah itu sudah selesai. Termasuk untuk pengambilan ijazah, tidak boleh melibatkan siswa, cukup diwakili oleh orangtua.

Kadisdik beralasan, pihaknya tidak menginginkan adanya kerumunan siswa, orangtua maupun guru. Terlebih lagi hari ini, Riau berada di posisi 3 se Indonesia terkait covid-19. Dan Pekanbaru ada 39 kelurahan zona merah.

"Oleh karena itu saya ingatkan kepala sekolah dan satuan pendidikan, hendaknya betul-betul dipahami. Tidak ada pungutan untuk perpisahan itu. Dan saya pastikan, tidak ada perpisahan. Kalau ndak juga, buat secara daring", tegas Ismardi.

Kepada satuan pendidikan, Ismardi menekankan pentingnya disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) guna menghindari munculnya cluster baru di sekolah-sekolah.

Sementara terkait sistim belajar tatap muka di sekolah-sekolah sebut Ismardi, kelurahan yang tidak masuk dalam zona merah dan orange, dipersilahkan melanjutkan pembelajaran. Hanya saja tetap menerapkan prokes ketat.

"Kita sidak dan evaluasi terus. Kita mau pastikan satuan pendidikan itu komit. Kalau kepala satuan pendidikan itu tidak komit, maka bakal menimbulkan bahaya bagi semua", katanya.

Ismardi menilai efektifitas sistim pembelajaran daring dan luring selama ini sangat rendah. Untuk itu ia berharap adanya bantuan orang tua di rumah.

"Jadi apa yang mereka dapatkan di sekolah karena waktu yang terbatas cuma 2 jam 1 hari, dan hanya 2 jam 1 pekan. Hendaknya diperkuat oleh orang tua di rumah dengan memberikan penjelasan, memantapkan materi di rumah", pungkas Ismardi. (fin)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Polsek Tanah Putih Bersama TNI dan Masyarakat Bahu Membahu Padamkan Kebakaran Rumah
Satgas: 3 Cara Habiskan Lebaran saat Tak Mudik
Surat Al Qadr dan Penjelasan tentang Malam Seribu Bulan
Bakal Lahir Punggawa Lembaga Adat Melayu Riau
PNS Gigit Jari, THR Tak Penuh

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter