UCAPAN RAMADHAN RIAUEDITOR
Home  / Pendidikan
Sekolah Tatap Muka Dibuka Juli 2021, Pakar Kesehatan: Bila Kasus COVID-19 Belum Terkendali Sebaiknya Tunda
Senin, 8 Maret 2021 | 16:41:23
(merdeka.com/Arie Basuki)
Guru mengajar tatap muka di SDIT Nurul Amal, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Senin (16/11/2020). Proses belajar secara tatap muka atau luring ini menggunakan waktu belajar di sekolah yang didasarkan pada zona penerapan wilayah covid-19.
JAKARTA - Ahli kesehatan masyarakat Hermawan Saputra mengatakan kasus COVID-19 di Indonesia masih dinamis. Bila kasus COVID-19 di Indonesia belum terkendali pada Juli 2021 sebaiknya sekolah tatap muka ditunda.

"Akan mudah membuka sekolah tatap muka bila kasus COVID-19 terkendali. Sekarang persoalannya belum terkendali. Selama kasus COVID-19 belum terkendali amat riskan," kata Hermawan dilansir liputan6.com, Senin (8/3/2021).

Kasus COVID-19 terkendali ditandai dengan puncak kasus COVID-19 sudah melewati puncak sehingga terjadi penurunan 14 hari berturut-turut. Lalu, positivity rate di bawah lima persen.

Hermawan juga mengatakan, pertimbangan sekolah tatap muka kembali digelar tidak hanya mengandalkan vaksinasi COVID-19 pada tenaga pendidik seperti guru dan dosen. Meski nanti sudah 100 persen tenaga pendidik yang divaksin COVID-19, lalu siswa dan mahasiswa belum, tetap perlu disuntik vaksin Corona.

Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) ini juga menyoroti usia anak didik terkait penerapan protokol kesehatan. Pada usia TK dan SD, menurutnya bakal sulit diatur untuk menerapkan protokol kesehatan.

"Kalau anak usia SD ke bawah sangat riskan, karena belum memiliki otonomi pemikiran dan sikap. Walaupun sudah diajarkan memakai masker dan mencegah berkerumun tapi mereka tetap bermain, bersendau gurau dan itu amat sulit dikendalikan," katanya.

Berbeda halnya pada anak SMA atau kuliah yang sudah bisa mengatur diri menjalankan protokol kesehatan.

Bila COVID-19 Terkendali

Bila nanti pada Juli 2021 kasus COVID-19 sudah terkendali, bukan hanya protokol kesehatan perorangan yang perlu diperhatikan. Juga protokol ruang dan barang.

"Tidak hanya sekadar protokol kesehatan orang, tapi juga ruang dan barang. Ini tengan tata kelola fasilitas, proses disinfeksi, aliran udara ruangan," kata Hermawan.

Tentu kebijakan tiap-tiap sekolah mengenai protokol orang, ruang dan barang harus disesuaikan. Di kota misalnya apakah ruangan kelas di ruang tertutup dengan AC. Tentu beda pengelolaanya dengan sekolah tanpa AC dengan jendela terbuka lebar.

(sumber: liputan6.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Dari Bupati Hingga Masyarakat Kecam Aksi KSB Bunuh Guru dan Bakar Sekolah
Pangdam XVII/Cenderawasih Hadiri Tatap Muka Panglima TNI dan Kapolri Bersama Tokoh Agama Kristen dan Katholik Provinsi Papua dan Papua Barat Secara Virtual
Nadiem: Satu-satunya Opsi Hanya Pembelajaran Tatap Muka
Gubri: Belajar Tatap Muka Terbatas di Pekanbaru Sudah Sesuai Aturan
Kodim 0303 Bengkalis Hadiri Penyerahan Aset Bangunan Sekolah Dari Kementerian PUPR

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter