Home  / Pendidikan
PJJ, SMPN 29 Pekanbaru Terapkan Daring, Siswa Dan Guru Sudah Dapat Paket Internet
Jumat, 25 September 2020 | 15:09:27
Kasek SMPN 29 Pekanbaru, Zamhuri,S Pd
PEKANBARU, riaueditor. com - Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 29 Pekanbaru  menerapkan sistem daring (dalam jaringan) untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dimasa pandemi covid-19 ini. Hal itu dilakukan, agar proses pendidikan kepada siswa, dapat terus berjalan meski tidak melakukan belajar secara tatap muka. Kata Kasek SMPN 29 Pekanbaru, Zamhuri,S Pd, di ruang kerjanya, Jumat (30/9).

Dikatakan Zamhuri, agar PJJ daring efektif, pihak sekolah tidak hanya memantau para siswanya saja. Kehadiran dan ketepatan waktu para guru dalam PJJ, ikut dipantau. Hal itu dilakukan, untuk meningkatkan pelayanan kepada siswa dalam pelaksanaan PJJ dengan sistim umpan balik, terangnya.

Ditanya, bagaimana penilaian bahan ajarnya. Alhamdulillah, dari hasil jawaban siswa, guru selalu hadir tepat seperti yang telah dijadwalkan oleh sekolah di setiap kelas. Untuk komunikasi dan interaksi, mayoritas PJJ menggunakan apliksai WhatsApp (WA) dan Zoom meating. 

Ditambahkan Zamhuri, ada juga guru yang memberikan pembelajaran melalui aplikasi zoom meeting. Guru tersebut, secara langsung mejelaskan materi pembelajarannya kepada siswa dalam aplikasi itu.

Diakuinya, belajar sistim Daring membutuhkan banyak kuota internet. terutama pembelajaran melalui zoom meeting. Namun berkat bantuan paket internet dari pemerintah proses PJJ bisa berjalan dengan baik, ujarnya.

Saat ini seluruh siswa mulai kelas VII hingga IX sudah memerima kuota paket intetnet dengan perincian, kuota umum 5 GB dan 30 GB untuk belajar. Sementara untuk para guru menerima kuota paket internet sebesar 32 GB, urainya.

Ditanya kendala pelaksanaan PJJ. Menurut Zamhuri, secara umum bisa berjalan dengan baik, dengan persentase mencapai 60 persen. Yang menjadi kendala,  selain jaringan internet lemah dan masih adanya siswa yang belum memiliki handpone android, terangnya.

Dia berharap pandemi Covid-19 segera berakhir, agar proses belajar mengajar bisa normal kembali. Karena bagaimanapun proses belajar mengajar yang paling efektif adalah dengan tatap muka, pungkasnya. (jsn)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Ketua MKKS Sebut Masalah di Organisasi Selalu Terselesaikan
Tak Pakai Masker, 29 Warga Terjaring Razia Operasi Pemburu Teking Kecamatan Tenayan Raya
Ini Imbauan Kepsek SMPN 29 Kepada Siswanya
Kebakaran Landa SMPN 1 Rambah
Kepsek SMPN 13 Sebut Peran Orangtua Siswa, Penting Selama Belajar Daring

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter