Home  / Pendidikan
Belajar Daring Memberatkan Siswa, Wagubri Minta Masyarakat Bersabar
Sabtu, 25 Juli 2020 | 19:25:33
Wakil Gubernur, Riau H Edy Natar Nasution
PEKANBARU - Proses belajar sekolah dengan menerapkan sistim Daring di saat Pandemi Covid-19 ini, dinilai sangat memberatkan bagi orang tua siswa.

Menanggapi hal ini, Wakil Gubernur Riau H Edy Natar mengatakan jika kondisi ini memang harus dilakukan demi terlaksananya proses belajar siswa mulai jenjang SD hingga SMA. Karena proses belajar tatap muka di sekolah, belum bisa diterapkan akibat pandemi Covid-19.

"Sementara ya kita lakukan dululah ya. Masyarakat diminta untuk bersabar, hingga kondisinya memang benar-benar sudah aman,"sebut Wagubri, Jumat (25/7/20) di Pekanbaru.

Wagubri mengakui, jika proses belajar dengan sistim daring ini memang kurang efisien. Belum lagi, orang tua harus mengeluarkan biaya untuk membeli kuota internet bagi siswa di rumah.

"Jangankan sekolah, kita melakukan webinar (web seminar-red) saja kadang kala sering terganggu sinyalnya. Jadi itu memang kita maklumi,"ungkapnya.

Saat disinggung apakah Pemprov Riau akan mengeluarkan kebijakan belajar tatap muka di sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Wagubri mengatakan, hal itu kemungkinan belum bisa dilakukan. Namun pihaknya akan mengevaluasi sistim belajar Daring itu.

"Sampai saat inikan belum, tetapi itu akan dievaluasilah. Yang jelas kemarin, Pak Gubernur belum ada mengeluarkan kebijakan untuk itu,"ulasnya.

Sementara Sri (43), seorang ibu rumah tangga di Pekanbaru mengaku sejak pandemi Covid-19, seluruh proses belajar sekolah dilakukan di rumah dengan sistim daring. Para guru memberikan pelajaran melalui handphone (HP). 

"Belajar lewat HP ini tidak maksimal. Anak kita sulit memahami apa yang disampaikan gurunya. Belum lagi kita harus mengeluarkan biaya untuk membeli kuota internet yang banyak untuk belajarnya,"ungkap Sri, seorang ibu rumah tangga.

Dia berharap, pemerintah daerah secepatnya untuk membolehkan siswa belajar tatap muka di sekolah karena dinilai lebih efektif dan efisien. Tentunya dengan membatasi jumlah siswa yang belajar di kelas dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. (MCR)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Persiapan Belajar Tatap Muka di Sekolah, Mendagri Saran Simulasi Protokol Kesehatan Dahulu
1.000 Mahasiswa Kurang Mampu Diusulkan Terima Bansos di APBD-P Riau 2020
Mahasiswa Diharapkan Dapat Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19
Cegah Covid 19, Mahasiswa UNRI Berikan TTG di Koramil 02 Rambah
Masa Pandemi Covid-19, SMPN 7 Tualang Lakukan Sosialisasi Kegiatan Belajar Jarak Jauh

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter