Home  / Pendidikan
Peserta UTBK-SBMPTN Demam dan Reaktif Wajib Tes PCR
Senin, 6 Juli 2020 | 09:48:18
(CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Ilustrasi. Peserta UTBK hari pertama, Minggu (6/7) mencapai 703.875 orang. Para peserta SBMPTN dengan hasil rapid testnya reaktif wajib melakukan tes PCR.
JAKARTA - Ujian Tes Berbasis Tulis (UTBK) untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020 hari pertama digelar kemarin, Minggu (5/7). Tercatat 703.875 peserta dari seluruh daerah mengikuti UTBK di tengah pandemi virus corona.

Meskipun di tengah pandemi Covid-19, ujian dilakukan secara fisik dengan beberapa syarat. Salah satunya suhu tubuh peserta tidak boleh lebih dari 37,5 derajat celcius. Pada beberapa daerah, seperti Surabaya, peserta bahkan diwajibkan rapid test sebelum ujian.

Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) menyampaikan bagi peserta yang tidak memenuhi syarat melakukan ujian di tahap satu, bisa digeser ke tahap dua.

Namun jika terkendala ujian karena suhu di atas batas atau hasil rapid test reaktif, peserta harus melakukan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) terlebih dahulu.

"Jika peserta mempunyai suhu lebih 37,5 derajat celcius atau hasil pemeriksaan rapid test reaktif maka peserta tidak diperbolehkan ikut ujian," ungkap Ketua LTMPT Mohammad Nasih melalui keterangan pers.

"Penanganan bagi peserta tersebut dilakukan sebagai berikut, peserta harus melakukan swab test atau PCR secara mandiri," lanjutnya lagi.

Jika hasil pemeriksaan PCR menyatakan peserta negatif, baru diperbolehkan menggeser jadwal UTBK ke tahap dua. Namun jika positif corona, peserta tidak boleh mengikuti UTBK.

Koordinator Bidang Humas LTMPT Anwar mengatakan UTBK hari pertama berjalan dengan baik menurut laporan yang diterima. Pihaknya pun tengah mengkalkulasi jumlah peserta yang terkendala mengikuti ujian dan evaluasi di hari pertama.

"Sedang dikumpulkan data kehadiran dari seluruh pusat UTBK dan juga evaluasi hal-hal yang terjadi hari pertama," ujarnya melalui pesan singkat.

Pelaksanaan ujian di salah satu pusat UTBK, Universitas Indonesia, hari pertama dilakukan dengan sejumlah penyesuaian protokol kesehatan. Kepala Biro Humas dan KIP UI Amelita Lusia mengatakan jumlah peserta tiap kelas dipangkas jadi maksimal 30 orang atau setengah kapasitas.

"Para peserta juga diwajibkan memakai masker dan pengantar peserta tidak diperkenankan berkerumun selama berada di lokasi acara. UI juga melakukan desinfeksi ruangan pasca ujian tiap sesi dilaksanakan," ungkapnya melalui keterangan tertulis.

Peserta UTBK di UI diharuskan memiliki suhu tubuh di bawah 37,7 derajat celsius. Sebelum memasuki ruangan ujian suhu mereka diperiksa dan diminta mencuci tangan terlebih dahulu.

Terdapat total 1.781 peserta yang hadir UTBK di UI pada hari pertama. Jumlah ini dibagi dalam dua sesi ujian, sebanyak 896 peserta mengikuti sesi pertama dan 885 peserta mengikuti sesi kedua.

UTBK tahap pertama masih berlangsung hingga 14 Juli 2020. Sedangkan tahap dua bakal digelar 20 sampai 29 Juli 2020.

Peserta yang karena kondisi tertentu, seperti bencana, tidak bisa mengikuti UTBK tahap satu maupun dua, bisa mengikuti ujian pada 29 Juli sampai 2 Agustus 2020.

(CNNIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Kalahkan Wolverhampton, Sevilla Tantang MU di Semifinal Liga Europa
Studi: Percaya Hoaks Covid-19 Sebabkan Lebih Banyak Kematian
Tim Satgas Covid 19 di Pos Perbatasan Lakukan Pemeriksaan Ketat Pada Pengguna Jalan
3 Cinderella Merajut Mimpi di Liga Champions
Tak Percaya Corona, Anggota DPRD Diminta Hidup Bareng Pasien

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter