Home  / Pendidikan
Kebijakan Baru PPDB, Usia Jadi Kriteria Daftar Sekolah
Senin, 15 Juni 2020 | 13:05:54
ilustrasi/sindonews.com
JAKARTA - Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menerapkan kebijakan baru dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021. Setelah zonasi, faktor usia menjadi penentu siswa bisa mandaftar sekolah.

Kepala Disdik DKI Jakarta Nahdiana mengatakan latar belakang kebijakan tersebut karena banyak menemukan siswa miskin tak lolos mendaftar sekolah negeri. Salah satu penyebabnya karena kalah prestasi.

"Hal ini dilatarberlakangi oleh fakta di lapangan bahwa masyarakat miskin justru tersingkir di Jalur Zonasi lantaran tidak dapat bersaing secara nilai akademik dengan masyarakat yang mampu. Oleh karena itu, kebijakan baru diterapkan, yaitu usia sebagai kriteria seleksi setelah siswa tersebut harus berdomisili dalam zonasi yang ditetapkan, bukan lagi prestasi," kata Nahdiana dalam keterangan tertulis, Senin (15/6/2020).

Nahdiana mengatakan Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, dilakukan penyesuaian proporsi siswa yang diterima.

Nahdiana menjelaskan, usia yang lebih tua akan didahulukan. Sistem sekolah pun dirancang sesuai dengan tahap perkembangan anak, karena itu, disarankan agar anak-anak tidak terlalu muda ketika masuk suatu jenjang sekolah.

Pemprov DKI Jakarta juga tidak mengabaikan prestasi siswa, yakni dengan menyediakan Jalur Prestasi untuk menyeleksi siswa berdasarkan prestasi akademik maupun non-akademik.

"Prinsipnya, Pemprov DKI Jakarta berupaya menjamin keseimbangan antara variabel prestasi dengan kesempatan bagi masyarakat miskin untuk menikmati pendidikan yang berkualitas di sekolah negeri. Dengan begitu, masyarakat dari keluarga miskin juga tidak langsung tersingkir di Jalur Zonasi," ucapnya.

Dengan aturan baru tersebut, maka kriteria pertama seleksi dalam Jalur Zonasi adalah tempat tinggal/domisili calon peserta didik harus berada dalam zona yang telah ditetapkan pada SK Kepala Dinas Pendidikan No. 506 Tahun 2020 tentang Penetapan Zonasi Sekolah untuk Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2020/2021. Apabila jumlah pendaftar PPDB Jalur  Zonasi melebihi daya tampung, maka dilakukan seleksi berdasarkan usia, urutan pilihan sekolah, dan waktu mendaftar. Dengan demikian dengan urutan seleksi di DKI adalah sebagai berikut:

1). Zonasi
2. Usia calon peserta didik baru;
3). Urutan pilihan sekolah;
4). Waktu mendaftar.

Sementara itu, terdapat empat Jalur utama PPDB DKI Jakarta, yaitu:
1. Jalur Afirmasi untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu,
2. Jalur Zonasi,
3. Jalur Prestasi,
4. dan Jalur Perpindahan Orangtua atau Anak Guru.

"Terdapat peningkatan kuota Jalur Afirmasi untuk jenjang SMP dan SMA, dari 20 persen menjadi 25 persen dan jenjang SMK dari 20 persen menjadi 35 persen. Selain itu, disediakan 40% kuota di Jalur Zonasi yang dapat diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat yang berada di zonasi tersebut. Untuk kuota Jalur Prestasi jenjang SMP dan SMA sebanyak 30 persen, sedangkan jenjang SMK 60 persen. Sementara porsi 5 persen sisanya untuk Jalur Perpindahan Orang Tua atau Guru," kata Nahdiana.

(iNews.id)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Muhadjir: Keluarga Miskin Besanan, Lahir Keluarga Miskin Baru
Tambah Lagi `Musuh` China: Selandia Baru
Rumah Pensiunan ASN di Pekanbaru Nyaris di Bakar OTK
Dokter Temukan Gejala Baru Covid-19, Mulai Migrain hingga Kerontokan Rambut
Pekanbaru Zona Merah, ASN Kembali Work From Home

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter