Home  / Pendidikan
Tukar SKS ke Magang, Nadiem Dicap Tak Paham Pendidikan Tinggi
Sabtu, 25 Januari 2020 | 17:24:27
(CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Nadiem Makarim diminta pengamat pendidikan untuk tidak mengerdilkan pendidikan nasional dengan fokus pada orientasi kerja.
JAKARTA - Pengamat dunia pendidikan Darmaningtyas menyebut Nadiem Makarim tidak mengerti pendidikan tinggi di Indonesia dengan mengeluarkan kebijakan Kampus Merdeka yang salah satu poinnya membolehkan mahasiswa menukar sistem kredit semester (SKS) dengan kegiatan di luar kampus.

Darmaningtyas menyampaikan institusi pendidikan tinggi di Indonesia terbagi atas universitas, politeknik, institut, dan sekolah tinggi yang memiliki porsi praktik dan teori berbeda.

Namun, menurut Darmaningtyas, kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang diluncurkan pada Jumat (24/1) tersebut menyamaratakan semuanya.

"Karena enggak paham pendidikan tinggi, maka diasumsikan semua pendidikan tinggi harus melahirkan manusia pekerja," kata Darmaningtyas saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (25/1).

Pengurus Persatuan Keluarga Besar Tamansiswa (PKBTS) Yogyakarta itu menjelaskan bahwa penambahan ruang untuk magang tepat jika diberikan kepada politeknik dan institut.

Sementara untuk universitas dan sekolah tinggi cenderung mengedepankan teori.

Darmaningtyas menyayangkan kebijakan Kampus Merdeka jika mengusung orientasi pendidikan ke arah dunia kerja. Sebab menurutnya Indonesia juga membutuhkan lulusan-lulusan yang punya kemampuan di bidang ilmu pengetahuan.

"Pendidikan nasional akan makin kerdil kalau orientasi studi hanya kerja, kerja, dan kerja. Seharusnya kerja, mikir, dan kerjakan lagi dari yang dipikirkan. Unsur refleksi menjadi penting bagi mereka yang kuliah di universitas yang bertugas mencari kebenaran," ujarnya.

Dia juga mengkhawatirkan pengalihan SKS ke magang dilakukan dengan alasan banyak lulusan perguruan tinggi yang menganggur.

Darmaningtyas menegaskan cara pikir tersebut tidak benar.

"Bahwa isu yang berkembang kemudian banyak sarjana kita menganggur, masalahnya karena jumlah universitas lebih banyak. Harusnya kalau mau melahirkan manusia pekerja, yang diperbanyak politeknik," tuturnya.

Sebelumnya, Nadiem meluncurkan kebijakan Kampus Merdeka. Salah satu poin kebijakan itu adalah mengurangi kewajiban belajar strata satu (S1) menjadi lima tahun.

Lalu Nadiem mewajibkan kampus memberikan hak bagi mahasiswa untuk secara sukarela menukar 40 SKS setara dua semester dengan kegiatan di luar kampus, termasuk magang di perusahaan. Kemudian mahasiswa berhak menukar 20 SKS setara satu semester dengan SKS di program studi lain.

(cnnindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Utamakan Koordinasi Mewujudkan Kenyamanan Masyarakat, Danpos Bersama Bhabinkamtibmas Komsos di Kecamatan
Mengenal Ibnu Sina, Dokter Muslim Penemu TBC
Kejari dan Pemkab Siak Jalin MoU Program Jaga Desa dan Jaksa Bertanjak
Prajurit TNI Bantu Warga Perbatasan Olah Kemiri
SMAN 1 Kepenuhan Raih Terbaik 1 di Lomba Cerdas Tangkas Matematics Exhibition III 2020

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad