Home  / Pendidikan
KGN Pekanbaru Taja Kajian Pendidikan Bahas Guru Perlu Berliterasi
Minggu, 1 Desember 2019 | 02:37:35
ade/riaueditor.com
PEKANBARU, riaueditor.com - Trend ngopi saat ini juga disukai oleh beberapa guru. Kesamaan hobi inilah yang membentuk sebuah komunitas yaitu Komunitas Guru Ngopi (KGN). Pertemuan kali ini, panitia mengangkat tema "Guru Perlu Berliterasi", yang dilaksanakan di Manna Salwa Resto Jalan Arifin Ahmad, Sabtu (30/11/2019).

Menurut Editor KGN Pekanbaru Khairul Munir, ngopi tidak sebatas ritual minum kopi bersama dipagi hari, namun makna Ngopi di KGN adalah Ngolah Pikiran. Dimana, dalam setiap pertemuannya berbagai masalah pendidikan dan pengajaran dirangkum menjadi topik diskusi yang menarik.

"Ini merupakan pertemuan kita yang ke VI tapi perdana mengundang guru dari luar sebagai pemateri atau nara sumber. Tujuan dari kegiatan ini, selain ajang silaturahmi sesama anggota, kita juga berusaha untuk memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan dan ini merupakan misi mulia komunitas ini," ujar Khairul.

Ia mengatakan, kegiatan ini membahas hal-hal terkait literasi agar tidak lagi terjadi miskonsepsi dalam memaknai literasi. Disampaikannya, pada pertemuan kali ini pihaknya mengundang Duta Baca Riau, Wamdi Jihadi dan Ahmad Sholeh pemenang lomba Esai Guru Riau Pos sebagai nara sumber dengan moderator Ripi Hamdani Dosen Bahasa Indonesia UIN Suska Riau. 

"Para peserta dipandu untuk langsung mengaplikasikan konsep literasi dalam pendidikan dan pembelajaran," ungkapnya. 

Khairul menambahkan, literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan berbahasa. 

"Konsep dasar literasi perlu dipahami oleh guru dan skill literasi juga perlu dimiliki oleh guru, agar guru dapat membelajarkan anak-anak didiknya untuk menggunakan kemampuan literasi dalam kehidupan sehari-hari," tambah Khairul.

Nara sumber kegiatan, Ahmad sholeh MPd pemenang lomba Esai Guru Riau Pos menyampaikan materi tentang Literasi Mengikat Makna. Dimana, ia mengharapkan peserta mau menulis terkait apapun dan harapan kedepan para guru tidak hanya sebatas membaca, tetapi mau menulis bahkan bisa menerbitkan buku.

"Literasi tak cuma soal baca tulis. Selama ini banyak sekali kekeliruan dalam menafsirkan dan memaknai konsep dari literasi. Padahal konsep literasi itu bersifat dinamis. Di masa kini, ada banyak perubahan dan perluasan makna literasi yang sudah berbeda dari makna kata dasarnya," jelas Sholeh. 

Dijelaskannya, saat ini KGN sudah menerbitkan 10 buku hasil karya guru-guru yang tergabung dalam komunitas. "Saya berharap dengan adanya kegiatan ini kedepannya semakin banyak guru-guru yang menerbitkan buku dari sebelumnya," harapnya.

Sedangkan nara sumber kedua Wamdi Jihadi yang juga Duta Baca Riau menyampaikan tema Membaca bagi Penulis. "Membaca adalah salah satu proses paling penting dalam menulis. Ungkapan yang merakyat, memang. Tapi itulah kebenarannya. Semakin orang banyak membaca, semakin luas wawasan dan pengetahuannya, sehingga ia memiliki cukup referensi dan takkan kehabisan ide untuk menulis," kata Wamdi.

Menurut Wamdi, membaca adalah sebuah proses yang harus dilakukan bagi yang memiliki keinginan untuk menjadi seorang penulis. Untuk itulah, seorang penulis harus menambah stok informasi agar proses menulis menjadi lancar. 

"Jika selama ini kita sudah mencoba menulis akan tetapi selalu mengalami kendala dan terhenti pada paragraf atau bahkan kalimat pertama, penyebabnya bisa jadi karena terlalu sedikit stok informasi yang kita miliki sebelumnya," ungkapnya.

Salah seorang peserta dan anggota KGN Pekanbaru, Fadila Khusnun yang juga mahasiswi UIN mengapresiasi kegiatan tersebut. "Ini kegiatan yang positif, selain memperkenalkan literasi kesemua pihak, kita juga diajak dan termotivasi untuk mau menulis dan menerbitkan buku," katanya. (ade)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Dua Prajurit TNI Satgas Yonif Raider Khusus 136/TS Jadi Guru di Maluku Tengah
Guru PPKn Cabuli 18 Siswa SMP di Malang dan Palsukan Ijazah
Guru SMP di Malang Minta 18 Siswanya Masturbasi, Modusnya untuk Penelitian
Sepasang Guru Rayakan Hari Guru di Kamar Hotel, Si Lelaki Mendadak Pingsan dan Tewas
Semarak Hari Guru ke-74, SMPN 42 Pekanbaru Gelar Gerai Bisnis Day dan Lomba Masak Nasi Goreng

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad