Home  / Pendidikan
‘Warning’ Pengadaan Seragam Sekolah Harus Menunggu Izin Disdik
Sabtu, 27 Juli 2019 | 13:18:01
jsn/riaueditor.com
Foto, Sekretaris Dinas Pendidikan kota Pekanbaru, Drs.Muzailis, S Pd.MM
PEKANBARU, riaueditor. com -Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru mengingatkan seluruh pihak sekolah, mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di Pekanbaru, agar pembahasan pengadaan seragam sekolah harus menunggu izin dari Dinas Pendidikan. 

"Jadi sebelum ada arahan, dilarang membahas pengadaan baju seragam," tegas Sekretaris Dinas Pendidian kota Pekanbaru, Muzailis, S PD. MM di ruang kerjanya, Jumat (26/7).

Diakui Muzailus, sudah menjadi tradisi setiap  awal Tahun Ajaran (TA) baru, orang tua siswa dihadapkan dihadapkan dengan berbagai  biaya yang mesti dibayarkan. Mulai dari perlengkapan sekolah, pengadaan pakaian  seragam sekolah dan lainnya, kata Muzailis.

Tetapi kami sudah mengingatkan  seluruh sekolah, agar lebih mengutamakan penataan sistim pembelajaran dahulu. Mulai dari penyusunan Ruangan belajar (Rombel), daftar mata pelajaran, pengenalan lingkungan sekolah dan aturan-aturan lainnya yang akan diterapkan pihak sekolah.Terutama kepada peserta didik baru agar proses belajar mengajar bisa berjalan kondusif, kata Muzailis.

Menurut Muzailis, hingga saat ini pihaknya masih menunggu laporan dari pihak sekolah, terkait persiapan-persiapan proses pembelajaran yang telah dilakukan. Sesudah itu, baru bisa membahas pakaian seragam. "Itupun harus menunggu informasi atau persetujuan dari Kepala Dinas Pendidikan Pekanbarj," tegasnya.

Ditanya, apa tindakan yang dilakukan, jika ada sekolah yang telah membahas pakaian seragam sekolah sebelum mendapat izin Disdik. Ditegaskan Muzailis, pihaknya akan memanggil dan menegor. Karena yang namanya melanggar aturan tentu ada resikonya. "Ya, siap-siap menanggung resiko," ujarnya.

"Jika ada pihak sekolah yang membandel, mengabaikan instruksi Dinas, yang dirasa memberatkan orang tua siswa, silahkan laporkan," tegasnya

Ditanya, implementasi dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  (Permendikbud) Nomor: 45/2014, tentang pakain seragam sekolah. Menurut Muzailis, terkait pengadaan pakaian, siswa  tidak pernah dipaksakan. Dan yang mengumpul uang pakaian bukan pihak sekolah, tetapi dikelola oleh Koperasi sekolah. "Jadi tidak ada pelanggaran Permendikbud disana," imbuhnya. (jsn)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Dinilai Faktor Penting Capai Standar Mutu, Dewan Minta Pemkab Pelalawan Tak Anggap Pengawas Sekolah Formalitas
CPI Salurkan Bantuan Paket Peralatan Sekolah untuk 2 Ribu Pelajar Sakai
Mabes TNI Tanda Tangani 73 Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa Tahun 2020
Museum Masuk Sekolah, Disbud Riau Sambangi SMAN 12 Pekanbaru
Polisi Tahan Empat Tersangka Dugaan Tipikor Sekolah di Kepulauan Meranti

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad