Home  / Pemerintahan
Kelurahan Diminta Layani Masyarakat Sesuai SOP
Rabu, 27 Januari 2021 | 19:17:44
Camat Rumbai, Syamsudin
PEKANBARU, riaueditor.com - Sesuai ketentuan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pekanbaru,
jadwal pelayanan masyarakat di kelurahan dilaksanakan dari pukul 8 pagi hingga pukul 4 sore. Untuk itu pihak kelurahan diminta melayani masyarakat sesuai Standar Operasi Pelayanan (SOP).

Hal itu disampaikan Camat Rumbai, Syamsudin menyikapi keluhan warga terkait jadwal pelayanan di sejumlah kantor kelurahan di wilayah Kecamatan Rumbai, Rabu (27/01/21).

"Seperti disampaikan oleh pak Sekdako Pekanbaru, Asisten I dan BKPSDM, pelayanan di kelurahan itu  harus tetap dilaksanakan sesuai dengan aturan yang ada. Jadi apapun pelayanan itu harus dilaksanakan," ucapnya.

Menurutnya pelayanan masyarakat itu, diawali dari Kelurahan. Dan dari sana baru ke Kecamatan. Jadi semua harus dilaksanakan di kelurahan, karena itu sudah menjadi tugas.

Samsudin menjelaskan, sesuai ketentuan sebagaimana ditetapkan BKPSDM, jadwal pelayanan dari pukul 8 pagi hingga pukul pukul 4 sore. Hanya saja pukul 12 siang hingga pukul 1 siang, jam istirahat. Khusus hari Jumat pelayanan berakhir pukul setengah 5 sore.

Samsudin mengaku, pekan kemarin pihaknya sudah melakukan sidak, salah satunya di kelurahan Sri Meranti.

"Sudah pak, saya sudah kesana kemarin. Saya lihat ada orangnya," ujar Samsudin saat didesak apakah ada rencana melakukan sidak di kelurahan.

Ia mengatakan, bilamana pelayanan di kelurahan tak sesuai jadwal yang ditentukan, maka hal itu tergolong kesalahan. Hanya saja terkait sanksi atas pelanggaran yang dilakukan pihak kelurahan, hal itu kewenangan BKPSDM.

"Masa iya ada kantor kelurahan tutup sebelum pukul 4 sore. Saya aja baru pulang jam 6 sore," katanya.

Sekedar diketahui, sepasang calon suami isteri berniat mengurus surat pra nikah di kelurahan Palas dua pekan silam. Akan tetapi hingga pukul 9 pagi hanya penjaga kantor saja yang ada. Alhasil, sepasang calon suami isteri itu hanya bisa mengeluh.

Beda halnya dengan di Kelurahan Sri Meranti. Beberapa bulan lalu di tahun 2020, dua ibu rumah tangga yang bermaksud meminta tandatangan Lurah terkait bansos Rp 600 ribu, harus kecewa. Pasalnya, hingga pukul 10.30 WIB, Lurah tak kunjung muncul di kantornya. (fin)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Permudah Masyarakat Dalam Pembuatan SKCK dan Surat Kehilangan, Polsek Tanah Putih Berikan Pelayanan Keliling
Masyarakat Pangkalan Kuras Digegerkan Temuan Mayat Perempuan Membusuk Tanpa Identitas
Bangunan Tak Sesuai GSB, Kinerja DPMPTSP Pekanbaru Dipertanyakan
Jelang Purna Tugas, Satgas Yonif MR 413 Kostrad Berikan Masyarakat Cinderamata Berupa Topi dan Plakat
Masyarakat Adat Suku Sakai Telah Perjuangkan Hutan Adat Sejak Zaman Dulu

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter