Home  / Pemerintahan
Jalinbon Pelalawan, Derita Masyarakat Puluhan Tahun Jajal Akses Berlumpur dan Berkubang
Senin, 4 Januari 2021 | 19:25:26
zul/riaueditor.com
PELALAWAN, riaueditor.com - Jalan lintas bono (jalinbon) Kabupaten Pelalawan yang hingga kini tak kunjung tuntas memaksa masyarakat harus berjuang ekstra keras menjajal akses jalan yang rusak parah akibat berlumpur dan berkubang terlebih saat kondisi hujan.

Kembali Ketua Forum Komunikasi Pemuda Pesisir (FKPP) Rudi Hartono kepada riaueditor.com, Senin (4/1/2021) angkat bicara. Menurutnya, kondisi paling parah saat ini untuk jalan lintas bono ada di sibekek setelah pulau muda hingga sokoi sepanjang sekira 20 km.Kondisi jalan berlumpur dan berkubang penuh dengan lubang. 

"Kami mewakili warga yang berdomisili di linta bono menyampaikan keresahan dan kekecewaan warga yang berpuluh - puluh tahun menunggu dan terus menunggu agar akses jalan lintas bono tuntas sehingga warga tak lagi terhalang aksesnya yang sangat berdampak kepada kehidupan ekonomi warga. Rasanya warga sudah sangat sabar. Kepada pihak Pemerintah Propinsi Riau  tolong diproritaskan begitu juga Pemkab Pelalawan," tegasnya.

Rudi menyampaikan, jika Propinsi juga mengalami kendala alangkah lebih baik menggunakan sistem sharing budget berupa konsolidasi anggaran.

"Sharing budget saja baik pusat, Propinsi dan Kabupaten. Kalau seperti ini kapan bisa tuntas pembangunan jalan lintas bono ini. Bagaimana perekonomian masyarakat bisa meningkat dan berkembang kalau aksesnya saja susah. Harga barang juga melambung tinggi. Apakah masyarakat harus dihadapkan dengan permasalah ini terus menerus, makanya harus ada kejelasan dalam menuntaskan pembangunan akses jalan lintas bono ini," paparnya.

Dilanjutkannya, harapan masyarakat minta diutamakan dulu penimbunan badan jalan sehingga jalan bisa dilewati.

"Warga sudah berpuluh tahun lamanya menderita menjajal akses jalan lintas bono ini. Saat musim kemarau halan berdebu dan rusak parah terlebih kalau musim hujan, medan akan makin terasa berat untuk dilalui warga. Paling tidak dengan penimbunan akan mempermudah akses warga tapi kalau hanya sebagian-sebagian saja maka tidak akan terlalu berdampak dan mengurangi beban warga. Kita minta Gubri bijak terhadap kebutuhan warga," tukasnya.(ZoelGomes)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Bersama Warga, Prajurit Satgas Yonif 642 Perbaiki Jembatan Yang Rusak Akibat Banjir
Penelitian Baru Menunjukkan COVID-19 Bisa Merusak Mata
Jalan Rusak Dekat Jembatan Dua Sakai Desa Bonai Mulai Diperbaiki
Wujud Kepedulian, Anggota Kodim Mimika Bersama Warga Perbaiki Jembatan
Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas Bersama Masyarakat Perbaiki Jembatan Rusak

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter