Home  / Pemerintahan
Hadiri Acara Duduk Baselo Sekampung, Bupati Alfedri Minta Adat Melayu Terus Dijaga
Sabtu, 19 September 2020 | 02:51:13
Foto: Diskominfo Siak
SIAK, riaueditor.com - Bupati Siak Alfedri menyerahkan potongan tumpeng kepada Datuk Wirakusuma Negeri yang juga Penghulu Kampung Sungai Barbari. Tahun ini gelar yang disandangnya memasuki tahun kedua.

Alfedri yang hadir pada acara itu mengenakan baju melayu biru dan kain songket tenun Siak berwarna hitam. Setibanya ia di tempat acara beliau disambut meriah oleh ratusan warga Pusako.

Bupati menyampaikan, kegiatan yang baik ini perlu dipertahankan mengingat globalisasi membuat generasi muda sekarang lupa dengan adat tradisi di Kampungnya.

"Melalui acara ini kita harapkan adat melayu terus terjaga, generasi saat ini banyak yang tak tahu dengan adat dan teradisi di daerahnya. Saya bangga bisa hadir di sini, duduk baselo membicarakan bagaimana Melayu Siak ini ke depannya," ungkap Bupati Alfedri, Jumat (18/9) petang itu.

Disebutkan Bupati, Siak The Trully Malay atau Siak merupakan Melayu yang sebenarnya, karena negara-negara Melayu mengakui bahwa Melayu Siak merupakan Melayu tua dan mereka banyak belajar ke sini.

"Kita mempunyai visi untuk mengembangkan Siak sebagai pusat peradaban Melayu di Indonesia. Sehingga nantinya orang-orang yang akan mempelajari Budaya Melayu, ya harus ke Siak," jelas Alfedri.

Untuk meraih dan tetap mempertahankannya sedang diperjuangkan untuk menjadikan Siak sebagai Kota Warisan Budaya Dunia. Menurut Bupati Alfedri perlu kerja sama
semua pihak.

"Kita duduk baselo seperti ini langkah awal untuk mengajarkan kepada masyarakat bahwa kebersamaan dan terus berjuang untuk mendapatkannya sebagai Kota Sebenar Melayu tidak cukup hanya slogan, tapi sebagai realita dan memang harus dipertahankan.

"Kita akan jadikan ini sebagai salah satu langkah kebangkitan Melayu Siak dimulai kampung dan kecamatan, setelah apa yang kita miliki saat ini untuk tetap dijaga," ungkap Bupati Alfedri.

Sementara Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Siak, Wan Said mengatakan tentang gelar yang didapat Penghulu Kampung Barbari Wira Kesuma Negeri jika diartikan wira bermakna (seorang pemimpin yang gagah) Kesuma bermakna (kesayangan).

Wan Said berharap penghulu jika menginginkan itu, tentu disesuaikan dengan tingkah laku, etika dan sejauh mana memperjuangkan masyarakat, "Jangan belum lama menjadi penghulu sudah meminta gelar itu," katanya.

Dikatakan dia, pemberian gelar itu dapat dilakukan setelah menjabat beberapa waktu, sehingga akan terlihat pengabdiannya seperti apa. "Tidak asal tabal aja, tetapi sejauh mana masyarakat sayang padanya," ungkap Wan Said.

Hadir pada acara tersebut Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Siak Wan Said, Ketua Dewan pengurus harian LAMR Siak Nazir Khatan, Camat Pusako, Babinkantibmas, tokoh adat, tokoh masyarakat serta ratusan masyarakat kacamatan Pusako.(man)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Kapolsek Ukui Hadiri Rapat Koordinasi Pengawasan Pilkada Partisipatif di Kecamatan Ukui
Kapolsek Pangkalan Lesung Hadiri Pembagian Bantuan Langsung Tunai
Kapolsek Bandar Sei Kijang Hadiri Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPS Kecamatan Bandar Sei Kijang
Kapolsek Ukui Hadiri Rakor Penerapan Protokol Kesehatan Pelaksanaan Kampanye 2020 Bersama Panwascam
Kapolsek Bandar Sei Kijang Hadiri Rapat Pembentukan Gugus Tugas Covid-19

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter