Home  / Pemerintahan
2020 Siak Tuan Rumah Festival Kota Pusaka Nusantara
Senin, 14 Oktober 2019 | 11:33:51
jumadi/riaueditor.com
Bupati Siak Drs H Alfedri, M.Si berdialog dengan ketua DPRD Siak H Azmi, SE
SIAK, riaueditor.com - "Ditetapkannya Siak sebagai kawasan cagar budaya tingkat nasional, saat ini Pemerintah Kabupaten Siak sedang berupaya bagaimana kawasan bekas kerajaan Sultan Siak ini, kita usahakan menjadi kawasan budaya dunia."

"Usaha-usaha kita dan jaringan kita untuk menjadikan Siak sebagai kota pusaka terus kita upayakan, dan terus kita gelorakan," ungkap Bupati Siak Drs H Alfedri M.Si saat menutup Festival Siak Bermadah tahun 2019 kemarin di panggung Siak Bermadah jalan Sultan Syarif Kasim, Kelurahan Kampung Dalam Kecamatan Siak.

Disampaikan Alfedri, pada tahun 2020 nanti Kabupaten Siak dipercaya menjadi tuan rumah Festival Kota Pusaka Nusantara, hal ini terungkap melalui rapat kerja nasional (Rakernas) Kota Pusaka Indonesia, sehingga nantinya kita bisa menambah kegiatan pawai Internasional. 

"Ditambah lagi Siak nantinya akan menggelar Festival Sungai Siak, di mana sungai Siak ini, merupakan sungai terdalam di Indonesia. Dan nantinya kita angkat berbagai festival di sungai Siak ini," tambah Alfedri. 

Tak hanya itu, dikatakan Alfedri dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Siak tahun 2020, Pemerintah Daerah sudah merancang, di mana dahulunya Festival Siak Bermadah memperlombakan seni budaya antar kecamatan. 

"Untuk tahun 2020 akan kita rubah modelnya, di mana empat tahun terakhir ini, kita menggunakan nuansa seni budaya Melayu dengan menampilkan sejumlah Kabupaten di Provinsi Riau, utusan seni diluar Provinsi Riau serta utusan dan delegasi dari Negara lain di mana acaranya kita gabungkan, maka di tahun 2020 seperti seni budaya syair, berbalas pantun, mengarak penganten, menodoikan anak dan berbagai cabang budaya seni lainnya akan di perlombakan kembali antar kecamatan sebagaimana yang sudah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya," kata Alfedri.

Tak hanya itu, pada tahun-tahun berikutnya kita akan merubah cara pandang kita terutama terhadap kesejahteraan manusia, terutama terhadap pemanfaatan lingkungan dan sumber daya alam yang ada, oleh sebab itu banyak hal yang harus kita lakukan, terutama menyangkut keterkaitan pelaksanaan Festival Kabupaten  Lestari, bincang lestari, kita harapkan hal ini bisa menjadi masukan untuk memantapkan kita kedepan sesuai dengan tema Siak lestari.

"Apala lagi sekian persen luas wilayah Kabupaten Siak ini harus ramah dengan lingkungan gambut, seperti pengembangan tanaman nanas, kopi, kayu mahang dan lain-lainnya, tentunya ini jauh lebih baik dari pada tanaman sawit yang tidak ramah dengan gambut," katanya. 

Kedepan ada beberapa komoditi yang dapat kita kembangkan pengganti tanaman sawit yang ramah gambut, inilah beberapa usaha yang akan kita upayakan pada masa yang akan datang, sehingga Siak bisa menjadi model "Siak hijau", tutup Alfedri. (adi)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
KPK Panggil Putra Yasonna Laoly Terkait Suap Wali Kota Medan
Budi Artiful Silaturahmi dengan Ibu-Ibu Penjahit se Kecamatan Pangkalan Kuras
Maju di Pelalawan 1, Budi Artiful Putra Sulung HM Harris Resmi Daftar Ke PKS
Gubernur Syamsuar Pertegas Sekolah Gratis Tahun Depan
Gubri Sampaikan Nota Keuangan APBD Riau 2020 Sebesar Rp12,379 Triliun

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad