Home  / Pemerintahan
Pastikan Satu Desa Satu Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
Selasa, 3 September 2019 | 10:46:41
ist.
PEKANBARU - Demi mencerdaskan generasi bangsa dan memperkenalkan daya tarik yang ada di Desa, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau, Rahima Erna mengajak seluruh Desa sudah mempunyai perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Hal tersebut disampaiakannya dalam acara Stakeholders Meeting Provinsi Riau dengan tema "Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial" di Grand Tjokro Pekanbaru yang dilaksanakan selama dua hari, terhitung dari 2-3 September 2019.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau, Rahima Erna mengatakan stakeholder itu sangat penting terutama bagaimana kita berkolaborasi dalam satu team work. Sedangkan inklusi sosial dimaksudkan dengan membaca buku-buku praktis baik kegiatan atau sebuah cara yang diharapkan bisa mempunyai inofativ yang baru. 

Apalagi sekarang setiap desa harus sudah memiliki perpustakaan sendiri dalam menunjang kegiatan yang ingin dilakukan.

"Diharapkan kepada kepala desa untuk memantau agar terdapat satu perpustakaan di setiap desa," ucapnya, Senin (2/9).

Ia melanjutkan bahwa perpustakaan berbasisi inklusi sosial merupakan suatu pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat pengguna perpustakaan.

Menurutnya dengan memanfaatkan perpustakaan berbasis inklusi sosial ini dapat memperkenalkan sisi sosial di setiap desa kepada khalayak ramai.

"Jadikan perpustakaan sebagai center dan mari membangun komitmen bersama," ajak Erna.

Adapun tujuan perpustakaan berbasis inklusi sosial, lanjut Erna, yakni meningkatkan literasi informasi berbasis teknologi informasi komunikasi (TIK), meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat peran dan fungsi perpustakaan agar tidak hanya sekadar tempat penyimpanan dan peminjaman buku tapi menjadi wahana pembelajaran sepanjang hayat dan pemberdayaan masyarakat.

Selain itu yang menjadi sasaran dalam program ini yaitu pemuda, perempuan, pelaku usaha mikro atau kecil, difabel, pelajar, pendidikan dan keterampilan, kesehatan serta pengembangan ekonomi.

Sedangkan hasil yang ingin dicapai yakni, pertama terbitnya regulasi daerah tentang pengembangan perpustakaan, kedua peningkatan peran perpustakaan dalam memajukan masyarakat, ketiga peningkatan akses informasi dan pemanfaatan perpustakaan oleh masyarakat, keepat peningkatan kegiatan berbasis inklusi sosial di perpustakaan.

"Semoga dengan adanya perpustakaan berbasisi inklusi sosial bisa membantu masyarakat dalam membuat inofasi baru dan berkarya lebih kreatif lagi," tutupnya. (mcr)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Bakamla Dorong Peran Masyarakat Desa Maritim Kuala Jaga Keamanan Keselamatan Laut
LAM Tidak Bisa Diintervensi: Kalau Terbukti Bersalah, Gelar Adat Firdaus akan Dicabut
Lagi, GMP2R Desak LAMR Pekanbaru Cabut Gelar Adat Walikota Firdaus MT
Ke Kanada Disaat Warga Dirundung Asap, Mahasiswa Desak LAM Cabut Gelar Firdaus
Masyarakat Desak Pemkab Siak Aspal Jalan Base Kampung Sungai Limau

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad