Home  / Pemerintahan
Sumber PAD Dari TPU Pekanbaru 2019 Dipastikan Lampaui Target
Kamis, 11 Juli 2019 | 11:36:22
Duangga Hairu Maulana
PEKANBARU, riaueditor.com - Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pekanbaru yang dikelola  Dinas Perumahan Pemukiman (Perkim) Pekanbaru, dengan penataan yang semakin baik,  kini telah bisa menjadi salah satu sumber PAD Kota Pekanbaru.

Pada tahun 2018 lalu telah berhasil menambah pundi -pundi keuangan kota Pekanbaru dengan capaian  Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditargetkan Pemerintah Pemko sebesar Rp 130 juta. Tetapi untuk target PAD tahun 2019 dengan jumlah yang sama, telah terpenuhi  pada akhir bulan Juni 2019. Sehingga dapat dipastikan  PAD dari TPU akan surplus. Hal tersebut  disampaikan Kepala Dinas Perumahan Pemukiman (Perkim) Pekanbaru, Ardhani melalui PPTK TPU Pekanbaru, yang juga Kasubag.Umum Dinas Perkim Pekanbaru, Duangga  Hairu Maulana, diruang kerjanya, Rabu (10/7).

Dikatakan Angga,  Tempat Pemakan Umum (TPU) di Pekanbaru yang dikelola Pemko terdapat enam lokasi. Adapun tenaga kerja dengan status Tenaga Harian Lepas (THL) sebanyak  20 orang. Hari kerja mereka berbeda dengan THL lainnya, karena mereka bekerja penuh dalam satu bulan. Artinya, tidak libur hari Sabtu dan Minggu, sebut Angga. 

Ditanya, besaran dana operasional  pengelolaan TPU dan Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurut Angga,  biaya operasional dan Perawatan untuk enam lokasi  TPU tahun 2019 sebesar Rp 900.000.000. Dari jumlah tersebut,  anggaran  didominasi untuk gaji THL yang mencapai Rp 500.000.0000. Sementara sisanya untuk pengadaan peralatan kerja,urainya.

Sementara untuk sumber PAD, pihaknya mengacu kepada Peraturan daerah (Perda) kota Pekanbaru. Yakni, berasal dari upah penggalian dan penutuban liang makam  sebesar Rp 150.000 untuk satu pemakaman.  Jumlah tersebut belum termasuk pemasangan batu nisan dan pembentukan makam.  Karena untuk hal tersebut merupakan tanggung jawab keluarga, terang Angga.

Menyoal adanya keluhan masyarakat, bahwa biaya untuk satu pemakaman mencapai Rp 700.000. Angga dengan tegas menampik issu tersebut. "Itu tidak benar, jika pekerja menerima lebih dari ketentuan akan kita tindak", akunya.

Mungkin saja kata Duangga, pihak keluarga minta tolong sama pekerja, untuk membentuk makam sesuai ukuran yang telah ditentukan dan pemasangan batu nisan. Karena makam tersebut baru diregister setelah batu Nisan terpasang, terangnya. (jsn)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Zurdianto, MPd.: Membuming Simbol-Simbol Madani, Target Seratus Hari Kerja
Babinsa Koramil 15/Kuala Kampar Kenalkan TMMD Ke 105 Kepada Siswa
6 Cara Atasi Pilek si Kecil Tanpa Obat
Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Padang, Tak Ada Potensi Tsunami
Waspada Karlahut, Babinsa Koramil 05/Kampar Kiri Gelar Komsos‎

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad