Home  / Parlemen
Krismat Bersilaturahmi dengan Persekutuan Gereja
Senin, 22 Juni 2020 | 21:47:37
Anggota DPRD kota Pekanbaru Krismat Hutagalung STh
PEKANBARU, riaueditor.com - Penetapan New normal bukan berarti pandemi virus corona (covid-19) sudah selesai. Untuk itu kepada persekutuan gereja, dihimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Kita menghadapi New normal dan menjalankan ibadah. Kondisi new normal, bukan berarti pandemi Corona sudah selesai, tidak", ucap anggota DPRD kota Pekanbaru Krismat Hutagalung STh saat bersilaturahmi dengan Persekutuan Gereja-Gereja Rumbai dan Rumbai Pesisir (PGRP), Senin (26/06/20).

Ia mengatakan, New normal artinya masyarakat menghadapi gaya hidup baru dengan mematuhi protokol kesehatan.

"Sekarang menjadi keharusan memakai masker, mencuci tangan, bersalaman tidak perlu. Dan itu tidak mengurangi esensi silaturahmi. Terus, menjaga jarak juga penting", ujarnya.

Wakil ketua Komisi I DPRD kota Pekanbaru itu mengatakan, dengan mematuhi protokol maka ancaman kesehatan ketika menjalankan ibadah dapat dihindari.

Sementara aspirasi yang disampaikan PGRP saat bersilaturahmi, kata Krismat diantaranya, jalan menuju ke gereja dan renovasi gereja.

Menjawab hal itu, politisi Hanura  mengatakan pemerintah saat ini tengah fokus menghadapi pandemi covid-19 yang belum selesai.

"Konsentrasi pemerintah masih fokus ke situ dulu, belum ke bidang infrastruktur. Jadi kita harapkan hamba-hamba Tuhan untuk bersabar", ucap Krismat.

Sèmentara itu ketua PGRP Pdt. Mangasi Yusuf Manurung mengaku berterimakasih atas silaturahmi Krismat.

Ia mengatakan, Krismat sangat dekat dengan pengurus PGRP. Ia tetap membangun komunikasi seperti sedia kala saat mencalonkan diri menjadi anggota dewan. Dan kini setelah duduk.menjadi anggota dewan kata Mangasi, Krismat dinilai sudah menepati janjinya dengan sempurna.

"Kami berharap beliau tetap sehat dalam menjalankan tugasnya sebagai anggota DPRD kota Plekanbaru", ucapnya.

Dijelaskan Mangasi, keberadaan PGRP yang sudah setahun lebih terbentuk, bertujuan untuk membangun kebersamaan sesama hamba Tuhan supaya lebih dekat dan saling mengenal.

Adapun anggota PGRP saat ini sebut Mangasi, sebanyak 32 gereja.
Sedangkan pertemuan yang dilakukan di gereja GPDI Jalan Senangi RT 1 RW 04 Muara Fajar Barat hari ini, merupakan pertemuan bulanan yang rutin digelar sejak terbentuk.

Hanya saja sejak ditetapkannya PSSB, pertemuan bulanan harus ditunda, ujar Manngasi. (fin)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Politisi Hanura Dipilih Untuk Melayani
Pengurus Gereja Tersangka Pencabulan Sempat Ancam Korban
Polisi Tahan Pengurus Gereja di Depok terkait Pencabulan Anak
2 Klaster Corona Baru, Pasar Bojonegoro dan Gereja Surabaya
Gubri Berikan Bansos Kepada Pimpinan Gereja di Perawang

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter