Home  / Parlemen
LAM Ingin Berpartisipasi Kelola Blok Rokan, DPRD Riau: Sebaiknya Urusi Adat Saja
Kamis, 17 Oktober 2019 | 22:00:58
istimewa
PEKANBARU - Pro dan kontra terus bermunculan seiring dengan wacana Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau yang ingin turut berpartisipasi dalam mengelola Blok Rokan, melalui badan usaha adat yang dibentuknya.

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau, Husaimi Hamidi mengatakan, bahwa dirinya tidak menyetujui wacana LAM yang ingin berpartisipasi mengelola Blok Rokan. Menurutnya, sebagai lembaga adat, seharusnya LAM hanya perlu mengurusi adat dan marwah Melayu saja.

"LAM ini kan lembaga adat, mestinya mengurusi adat, kebudayaan dan marwah melayu saja. Janganlah mengurusi bisnis," kata Husaimi di Pekanbaru, Kamis (17/10/2019).

Sejalan dengan Husaimi, anggota Komisi III DPRD Riau lainnya, Abu Khoiri pun mengatakan hal yang sama. Menurutnya, LAM lebih baik mengontrol dan mengawasi pengelolaan Blok Rokan saja. Bukan terlibat mengelola blok migas yang baru akan lepas dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) tahun 2021 mendatang.

"Kalau saya melihat, LAM ikuti kita saja, (DPRD Riau, red) untuk mengontrol dan mengawasi saja, tidak perlu ikut terlibat mengelola Blok Rokan ini," tutupnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Ketua DPH LAMR Riau, Datuk Seri Syahril Abubakar mengatakan, bahwa LAM berencana membentuk badan usaha milik adat agar bisa berpartisipasi dalam pengelolaan Blok Rokan.

Pertimbangannya, lokasi sumur minyak Chevron saat ini berada di kawasan lahan adat di bawah bekas kekuasaan kesultanan Siak. Tidak hanya itu, LAM mengklaim bahwa pihaknya telah memiliki SDM yang mumpuni untuk berpartisipasi dalam pengelolaan blok migas tersebut.***

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Jasad Bocah yang Hanyut di Sungai Rokan IV Koto Ditemukan
Cegah Pengaruh KKSB, Satgas Pamrahwan Yonif 754/ENK Kostrad Lakukan Patroli di Pedalaman Papua
Jasa Raharja Serahkan Alat Keselamatan Lalu Lintas
Gubri Sampaikan Ranperda Pengelolaan Kearsipan
Forum Anak Desa Sungai Alam, ‘Bila Diolah, Barang Limbah Bisa Jadi Rupiah’

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad