Home  / Parlemen
Dewan Gerah, Pemkab Pelalawan Diminta Bijak Sikapi Asap
Selasa, 10 September 2019 | 22:02:34
zoel/riaueditor.com
Pelalawan, riaueditor.com - Kabut asap kembali muncul sepekan terakhir belakangan ini menyelimuti langit di Kabupaten Pelalawan akibat kebakaran lahan dan hutan, baik di Pelalawan maupun Kabupaten/kota di Propinsi Riau ditambah kiriman asap dari Propinsi di luar Riau. 

Kondisi kabut asap kembali berdampak terhadap aktifitas dan kesehatan warga. Banyak warga meluapkan keresahannya melalui media sosial dan bahkan langsung melaporkannya kepada para wakil rakyat. Atas kejadian ini, dewan dibuat gerah dan meminta Pemkab Pelalawan tanggap dan bijak menyikapi soal kabut asap di Pelalawan. 

Baharudin, SH politisi Golkar yang juga Anggota DPRD Pelalawan menyampaikan banyaknya warga yang melapor kondisi asap di Kabupaten Pelalawan. 

"Kembali Kita minta pihak DLH, Diskes dan Disdik untuk intens memantau kondisi terkini ditengah - tengah masyarakat. Segera lakukan rekomendasi untuk langkah - langkah serius yanh diambil,terutama untuk meliburkan para siswa.Kalau ukurannya Indeks Standar Pencemaran Udara atau ISPU sementara alat pengukur ISPU Kuta rusak tak ada data rill terkait ISPU di Pelalawan," bebernya.  

Ditambahkannya, pembagian masker kepada masyarakat harus lebih dimaksimalkan dan penanganan para penderita penyakit yang ditimbulkan akibat asap harus di tingkatkan. 

"Kita memandang realita didepan mata.masyarakat sudah banyak berkeluh kesah melalui laporan ke Kita maupun meluapkannya ke media sosial. Kita harus cepat mengambil langkah konkrit dalam menyikapi masalah asap ini," tegasnya.  

Hal senada juga disampaikan H. Abdullah, S. Pd politisi PKS.Menurutnya,

siswa diliburkan sementara waktu.Paling tidak sampai kondisi membaik. Setidaknya untuk sepekan ini. 

Perlu diingat, paparan asap kebakaran hutan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius pada sistem pernapasan. Diantaranya asma, bronkitis, pneumonia, serta penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Namun,sambungnya,bahaya asap kebakaran hutan tidak berhenti sampai di situ. Campuran gas, zat kimia, partikel debu, dan bahan-bahan lain pada asap kebakaran hutan bisa menimbulkan efek jangka pendek dan jangka panjang bagi kesehatan.

H Abdullah juga menilai sosialisasi pemakaian masker disekolah belum efektif sehingga masih banyak anak didik yang tidak menggunakan masker saat disekolah.  

"Penderita Ispa di Pelalawan sudah mencapai ribuan jiwa dan didominasi oleh siswa sekolah tentunya ini sangat mengkhawatirkan. Info ini kan yang disampaikan rekan-rekan media di pelalawan selama ini. Harus lebih tanggap menyikapi kabut asap jangan kirban bertambah akibat kebijakan yang selalu ditunda-tunda," tukasnya. (zoel)  

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Diskusi Terpumpun Kebijakan Satu Peta, Kepala Bakamla RI Bahas Kompleksitas Penegakan Hukum Laut
BMKG: Kabut Asap Mulai Ganggu Penerbangan di Aceh
Kunjungan ke Posko Kesehatan Kedap Asap Meningkat
Diskes Riau Investigasi Bayi Meninggal Diduga Terpapar Asap
Warga Diminta Waspada Lima Penyakit Dampak Kabut Asap

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad