Home  / Parlemen
Gaji Tak Dibayar: Teddy Mirza Sebut Sekwan Permainkan Haknya
Rabu, 13 Maret 2019 | 21:26:22
istimewa
Teddy Mirza Dal
PS.PENGARAIAN, riaueditor.com- Anggota DPRD Rohul Teddy Mirza Dal, menyayangkan sikap sekretaris DPRD Kabupaten Rokan Hulu, Budhia Kasino. Ketidak pastian penyebab soal sekwan tidak membayarkan gaji tersebut menjadi tandanya besar bagi Teddy. Sebagai anggota dewan, dirinya menduga haknya telah dipermainkan. 

"Gaji saya kemana, tidak ada alasan sekwan yang jelas. Sekwan tak punya dasar untuk tidak membayar gaji saya. Jika memang saya tidak berhak menerima gaji apa dasarnya. Jangan membikin seenaknya saja tanpa aturan yang jelas. Sebab, ada banyak anggota dewan yang tidak pernah hadir, tapi dibayar juga gajinya," ujar Teddy Mirza Dal, Senin (12/3). 

Menurut Teddy, pernyataan tersebut disampaikannya bukan tanpa sebab. Sebagai anggota dewan ia merasa berhak menyampaikan dan mepertanyakan itu. "Saya punya hak mempertanyakan itu, dan kita punya data soal banyaknya anggota dewan tidak pernah hadir, tidak ada bedanya dengan anggota DPRD lainnya yang tidak pernah hadir sama sekali, tapi gajinya tetap dibayar. Bedanya saya dengan mereka, saya didalam penjara mereka di luar tapi tak pernah hadir, itu aturan yang mana yang dipakai sekwan," tegasnya. 

Adapun besaran gajinya yang belum diterimanya. Baik itu gaji pokok, tunjangan perumahan dan transportasi selaku anggota Dewan yang masih aktif lebih kurang dari 15 bulan mencapai Rp 525 juta.

Terhambatnya gaji Anggota  DPRD Rohul aktif periode 2014-2019, dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem) itu menjalani tahanan setelah keluarnya putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA) terkait perkara perambahan hutan yang menimpanya. Dia ditahan dan sudah bebas belum lama ini. Dasar inilah yang memungkinkan Politisi Partai NasDem Rohul itu kesulitan mendapatkan haknya sebagai anggota dewan. 

Meskipun Ketua DPD Partai NasDem Rohul itu menjalani tahanan 1 tahun 6 bulan penjara. Justru partai tetap mempercayai seorang Teddy Mirza Dal dan nyatanya, dia tidak diberhentikan dari Anggota DPRD Rohul, baik dari Partainya dan juga dari Gubernur Riau. Hingga akhir jabatan, Teddy masih Anggota DPRD Rokan Hulu aktif, malah tidak menerima haknya selaku Anggota legislatif.

Diakui Teddy Mirzal Dal dirinya belum menerima gaji, tunjangan perumahan dan transportasi selama 15 bulan berjalan. Terhitung sejak dirinya ditahan di Lapas Kelas II B Pasirpengaraian hingga sudah keluar (bebas) dari tahanan lebih kurang dari Rp 525 juta.

"Ini yang saya pertanyakan, kemana gaji saya itu? Mengapa hak saya tidak diberikan! Saya sudah pertanyakan namun hingga saat ini belum ada kejelasan yang tepat, apa tidak bisa saya terima hak saya sebagai anggota DPRD aktif atau tidak. Kita akui memang tidak mendapatkan uang operasional, seperti kunjungan atau dana reses, karena memang tidak berkegiatan," ujarnya. 

Saat dikonfirmasi kepada Sekeretaris Dewan DPRD Rokan Hulu, Budhia Kasino, dirinya tidak banyak memberi komentar. Hanya saja dia berkilah dengan alasan menunggu arahan dari Ketua DPRD Rohul Kelmi Amri SH. "Tentang gaji tersebut, saya konsultasi dulu kepada Ketua DPRD Rohul Kelmi Amri, saya no commentlah," jawab Budhia Kasino singkat. (yahya siregar)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Hore! Awal April 2019 Rapelan Kenaikan Gaji PNS Cair....
Perpustakaan Digital KIPIN Lengkapi Fungsi Perpustakaan Daerah Gresik
Jokowi Naikkan Gaji PNS Jelang Pilpres, Politis atau Tidak?
Belasan Santri di Langkat Kabur karena Takut Guru Ngaji Cabul
Survei: Pendukung Prabowo Banyak yang Tak Percaya kepada KPU

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad