Home  / Parlemen
Diduga Bermasalah Dengan Perizinan, DPRD Minta Tutup Whiz Hotel
Senin, 4 Maret 2019 | 21:08:01
ist.
PEKANBARU, riaueditor.com - Pemilik Whiz Hotel Pekanbaru, PT Lentera Griya Asia atau Whiz Hotel yang bergerak di bidang pelayanan dan jasa di Kota Pekanbaru, diduga bermasalah dengan perizinan. Hal itu diketahui sejak pemilik izin yakni Shandra Amril tidak lagi bekerja di perusahaan tersebut.

"Saya masuk kerja jadi GM hotel itu pada tanggal 7 september 2016, 3 bulan sebelum hotel buka. Semua perizinan operasional atas nama saya. Segala sesuatu yang menyangkut urusan perizinan operasional hotel tidak menjadi tanggung jawab saya," Kata Shadra, kepada wartawan, Senin (04/03)

Seperti diketahui, segala perizinan hotel Mulai Izin Gangguan, Izin Tanda Daftar Perusahaan, Izin Daftar Usaha Kepariwisataan, Izin Sertifikat Laik Higienis Sanitasi, Izin Tanda Daftar Pemeriksaan Alat Proteksi Pemadam Kebakaran, Izin Perparkiran, serta Izin Stasiun, wajib diurus untuk bidang pelayanan dan jasa di Pekanbaru.

"Saya sudah layangkan surat ke DPM-PTSP Pemko Pekanbaru, yang isinya semua perizinan Whiz Hotel atas nama saya, saya tidak berkenan lagi dipakai oleh manajemen Whiz Hotel," ucap Shandra.

Whiz Hotel Pekanbaru yang diduga tak lagi mengantongi izin ternyata sudah diketahui kalangan legislatif. Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Jhon Romi Sinaga SE menegaskan, bahwa Whiz Hotel sejak berdiri dan beroperasi sebenarnya sudah bermasalah. Baik itu letak dan posisi hotel dengan badan jalan, hingga izin dampak lalu lintas-nya (Andalalin) hotel bermasalah. Namun izinnya tetap saja dikeluarkan oleh OPD terkait. 

"Sekarang semua perizinannya juga bermasalah, karena GM-nya tak sudi lagi namanya dipakai dalam perizinan operasionalnya. Kita merekomendasikan agar operasional Whiz Hotel ditutup sementara, sampai izin resminya diurus lagi," tegas Jhon Romi.

Politisi PDI-P ini meminta, agar Pemko Pekanbaru melalui OPD terkait, baik itu DPM-PTSP, Satpol PP, Dishub dan lainnya, untuk menindaklanjuti persoalan ini. Sebab, hal ini bisa menjadikan preseden buruk bagi pelaksanaan perizinan di kota ini, terlebih lagi bisa membuat kebocoran PAD kota ini.

"Kita minta ini jangan main-main. Kita tetap awasi terus. Bahkan kita akan agendakan panggil manajemen Whiz Hotel untuk digelar Rapat Dengar Pendapat dalam waktu dekat," janjinya.

Terkait hal ini, saat dikonfirmasi ke manajemen Whiz Hotel, pihak manajemen tidak mau berkomentar. Bahkan pejabat teras Whiz Hotel saling lempar tanggung jawab 

"Saya kan baru, saya kasih nomor legal Intiwhiz Jakarta ya," kata  Corporate Human Resources Manager PT Intiwhiz International, Samsuri.

Sebelumnya juga upaya konfirmasi dilakukan ke Plt GM Whiz Hotel, Fandi Septari, namun upaya konfirmasi tidak direspon via WhatsApp, hanya dibaca.

Untuk diketahui Hotel Whiz ini disebut-sebut milik Syafruddin Arsyad Temenggung yang saat ini sedang dalam proses hukum kasus BLBI. (eza)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Ngeri, Orang Kaya Nekat Main Bulutangkis di Atap Hotel Tertinggi Dunia
Jokowi Cabut Larangan Rapat di Hotel dari Mendagri
Kenaikan Harga Tiket Pesawat Bikin Hunian Hotel Drop
Cobain Menginap di Hotel Kapsul Jakarta, Cuma Rp128 Ribu Semalam
Sniper Disebar Pantau Hotel Tempat Jokowi Menginap di Jambi

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad