Home  / Parlemen
Dewan Ingatkan Perda Maghrib Mengaji Pemkab Pelalawan Jangan Sekedar Seremonial
Selasa, 16 Mei 2017 | 20:49:57
Ketua Komisi I DPRD Pelalawan H Abdullah SPd
PELALAWAN, riaueditor.com - Terkait dilaunchingkannya Perda Maghrib Mengaji oleh Pemkab Pelalawan, anggota DPRD Pelalawan mengingatkan agar program Maghrib Mengaji tidak hanya sekedar seremonial belaka.

"Pada dasarnya, kita sangat setuju dengan dilaunchingnya Perda Maghrib mengaji ini. Tentunya kita berharap agar Pemkab Pelalawan merancang program ini benar-benar berjalan dengan baik bukan sekedar seremonial. Jika pejabat membuat kebijakan dan terlaksana dengan baik dengan pengawasan yang baik, apalagi magrib mengaji semakin banyak yang mengaji di setiap magrib, maka tentu saja para pejabat itu akan mendapatkan keberkahan dari jabatannya," papar wakil Ketua Komisi I DPRD Pelalawan H Abdullah SPd kepada riaueditor.com, Selasa (16/5/2017). 

Dikatakannya, Perda Maghrib mengaji punya tujuan yang sangat jelas, selain upaya dalam memberantas buta aksara Al-Quran tentunya juga menghidupkan syiar dan suasana keagamaan. 

"Jadi bukan hanya sekedar program saja namun betul-betul mendapat perhatian dan pengawasan penuh dalam penerapannya di tengah-tengah masyarakat. Launchingnya tidak hanya seremonial dan penerapannya juga tidak sekedar seremonial mengaji pada saat maghrib. pendalaman dan pemahaman terhadap kandungan isi Al-Quran harus betul-betul terpatri dalam kehidupan sehari-hari. Implementasi program harus jelas di tengah-tengah masyarakat," paparnya. 

Hanya saja, sambung Abdullah, Pemkab Pelalawan telah menerapkan Perda tentang Magrib Mengaji. Bahkan, sebagai penyangga Perda Magrib Mengaji ini, Pemkab Pelalawan juga telah menerapkan Perda Nomor 13/2012 tentang kewajiban ijazah Pendidikan Ta’limiyah Diniyah Awaliyah (PTDA) sebagai syarat administrasi masuk SMP dan SMA. Hanya saja, hingga saat ini realisasi penerapan Perda PTDA ini di lapangan perlu dipertanyakan bahkan diragukan karena tidak dijalankan.

Ditambahkannya, bahwa dengan dihidupkannya Perda tersebut, selain berhubungan dengan program memberantas buta huruf Alquran, maka program Magrib Mengaji juga akan semakin berjalan maksimal. Pasalnya, dengan penerapan kedua Perda ini, maka pihak MDA juga akan semakin menggeliat kembali untuk mengajarkan PTDA.

"Jadi, pemikiran yang dituangkan dalam Perda ini yang mewajibkan setiap siswa yang akan melanjutkan ke SLTP dan SLTA bisa membaca Alquran sangat bagus sekali. Tentunya madrasah-madrasah yang ada di Negeri Seiya Sekata ini akan hidup kembali. Untuk itu, maka kami minta agar Pemkab Pelalawan melalui instansi terkait dapat serius merealisasikan Perda yang telah disahkan ini. Pasalnya, semakin ummat Islam memegang teguh Alquran sebagai petunjuk dan pedoman hidup dengan membaca, mamahami serta melaksanakannya maka akan berdampak kepada kebaikan bagi pembangunan di daerah‎," tutupnya. (zul)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Bahas Program Kerja, JMSI Riau Gelar Rapat Perdana
Wagubri: Penyusunan Perubahan APBD Dipengaruhi Kondisi Pandemi Covid-19
Bupati Suyatno Lakukan Penanaman Perdana Kelapa Sawit Program PSR 2020
DPRD Siak Sahkan Enam Ranperda, Alfedri Ungkapkan Terimakasih dan Apresiasi
Ketum Dharma Pertiwi Tanam Perdana Ketahanan Pangan Nasional di Cianjur

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter