Home  / 
Pertanyakan Komitmen Program CD dan CSR, Komisi II DPRD Pelalawan Panggil 5 Perusahaan
Selasa, 15 September 2020 | 18:00:53
zul/riaueditor.com
RDP Komisi II Pelalawan.
PELALAWAN, riaueditor.com - Komisi II DPRD Pelalawan, Selasa (15/9/2020) memanggil 5 perusahaan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) soal tanggung jawab perusahaan yang dinilai masih rendah yang menyentuh kebutuhan masyarakat terutama program Community Deveploment (CD) dan Corporate Social Responsibility (CSR).

5 perusahaan yang dipanggil yakni PT. Pusaka Megah Bumi Nusantara (PMBN), PT. Multi Palma Sejahtera (MPS), PT. Guna Dodos SPPBE, PT. Mas Artha Sarana (MAS) dan terakhir PT. Mitra Tani Nusa Sejati (MTNS). Carles, S. Sos selaku Wakil Ketua Komisi II DPD Pelalawan sebagai pimpinan rapat didampingi Sukardi, SH dan Sunardi sebagai anggota. 

"Dalam RDP cuma hadir 3 perwakilan perusahaan yakni PT. MPS, PT. Guna Dodos SPPBE dan PT. MTNS. Sementara PT. MAS mangkir dari RDP dan MTNS alasan covid-19," papar Sukardi, SH politisi PAN kepada riaueditor.com.

Menurutnya, dalam RDP 3 anggota Komisi II DPRD Pelalawan mencecar sejumlah pertanyaan terkait komitmen perusahaan dalam merealisaikan program CD, CSR, PPJ dan program lainnya yang menyentuh langsung kepada masyarakat.

"Perusahaan belum serius soal tanggung jawab mereka. Ini terlihat dalam RDP. 2 perusahan tak hadir. Satu mangkir dan lainnya alasan covid-19. Begitu juga persiapan RDP yang dipertanyakan dewan yang minim dengan berkas laporan yang ada. Ini semua pakai hp, data rill yang bisa diberi tak ada. Malah ada perusahaan yang menunggu laporan. Ini jadi catatan kita agar perusahan tak anggap remeh RDP ke depannya. Kita akan awasi dan siap bersama masyarakat bila perusahaan bandel dalam menjalankan tanggung jawabnya," papar Sukardi Dewan dari Dapil Bandar Seikijang-Langgam ini.

Ditambahkannya, tanggung jawab perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Pelalawan masih dinilai rendah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat melalui program Community Deveploment (CD) dan Corporate Social Responsibility (CSR), terkait hal ini Dewan Pelalawan angkat bicara. 

"Perusahaan wajib menjalankan program CD dan CSR, baik berupa bantuan sosial maupun peningkatan ekonomi masyarakat, menciptakan wirausaha bagi pemuda yang pada hari ini sebagian besar perusahaan yang ada di kecamatan Bandar Seikijang khususnya dan umumnya di kabupaten Pelalawan banyak tak peduli persoalan ini. Ada perusahaan sampai 7000 hektar kebunnya tapi tanggung jawab ke masyarakat dinilai jauh dari kewajaran," ucapnya. 

Ditambahkannya, selain program CD dan CSR, masyarakat banyak mengeluhkan soal penerimaan tenaga kerja lokal yang masih belum maksimal yang lebih banyak didominasi orang luar yang bebas keluar masuk perusahaan meski putra-putri tempatan masih banyak yang menganggur.

Menurutnya, putra tempatan masih banyak yang jadi penonton misalnya perusahaan lakukan replanting, angkutan buah sawit dan lain-lain tetapi dikerjakan oleh orang luar hingga peluang kemitraan kontraktor juga di dominasi pihak luar.

"Sebagai wakil rakyat khusus dapil 5 kecamatan Bandar Seikijang dan Langgam menghimbau agar perusahaan memperhatikan putra tempatan yang pada hari ini masih kurang diperhatikan, dan nantinya ketika ini dijalankan masyarakat bisa merasakan kehadiran perusahaan bukan hanya sekedar mencari keuntungan," tutupnya. (ZoelGomes) 

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Perusahaan Nasional Sulit Ambil Alih Proyek Migas Raksasa
Banding Kandas, Perusahaan Pembakar Hutan di Jambi Dihukum Rp 590 M
Tanggung Jawab Rendah, Perusahaan di Pelalawan Diminta Lebih Peka Kebutuhan Masyarakat
Gegara Trump, Jack Ma & Crazy Rich China Tak Bisa Masuk ke AS
Bupati Suyatno Sindir Perusahaan di Rohil yang Tidak Salurkan CSR

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter