Home  / 
Ekonomi Sulit Mulai Dirasa UKM dan Pekerja Non Formal di Pelalawan
Sabtu, 4 April 2020 | 22:08:29
zul/riaueditor.com
PELALAWAN, riaueditor.com - Sejak diberlakukan status siaga darurat covid 19 di Kabupaten Pelalawan, sejumlah usaha kecil dan menengah (UKM) dan pekerja non formal sudah merasakan kesulitan ekonomi akibat wabah covid-19 ini. 

Pantauan riaueditor.com, sejumlah UKM yang dan pekerja non formal yang bergantung hidup dari pendapatan harian, mingguan sampai bulanan mulai mengalami kesulitan ekonomi.  
 
Tukang becak, supir oplet, pedagang kaki lima, penjahit,warung,pengantar anak sekolah dan lain sebagainya yang ditemui mulai mengeluh dengan pendapatan harian yang didapat. Mereka mengaku pendapatan turun drastis 50-70 persen.  

Hal ini juga dibenarkan oleh salah satu anggota DPRD Pelalawan H Abdullah politisi PKS yang juga Wakil Ketua Komisi I DPRD Pelalawan.  

"Laporan sudah sangat banyak yang masuk, mulai dari pedaganng kue, tukang becak, penjahit, penjual es yang mengaku sudah sulit pendapatannya," ucapnya. 

Abdullah mencontohkan, salah satu penjual es keliling yang tinggal di pasar baru yang pendapatan sehari sebelumnya mencapai Rp. 100 ribu atau maksimalnya Rp. 80 ribu, kini penghasilannya turun hanya Rp. 40 ribu arau minimalnya Rp. 30 ribu dan itupun kotor, paling bersih penghasilannya hanya Rp. 15 ribu sampai Rp. 20 ribu saja.  

"Bayangkan sudah beberapa pekan penghasilannya Kita anggap Rp. 20 ribu. Sementara sewa rumah sudah Rp. 350 ribu, belum ditambah listrik dan lain lain. Bapak penjual es itu mengaku, sejak covid-19 ini, banyak desa yang dilewatinya dan beliau jualan samapai ke pulau muda melalui pos RAPP sementara harus ada surat keterangan sehat, makanya hari itu juga kita dampingi untuk surat sehatnya ke Puskesmas. Belum lagi sejumlah desa ada yang orang luar dilarang masuk dan lain sebagainya seperti yang diceritakan bapak penjual es ini. Kita datangi beliau dan memberikan bantuan sembako seadanya. Banyak lagi laporan yang kita terima," ucapnya.

H Abdullah berharap agar Pemerintah Kabupaten Pelalawan bersama instansi terkait untuk dapat turun ke bawah melihat dan mendengarkan langsung keluhan warga dan mencari solusi atau memberikan bantuan paling tidak sembako. 

"Kita hanya ingin masyarakat jangan sampai tak makan kelaparan akibat wabah covid-19 ini. Hal ini harus jadi perhatian bersama agar dapat membantu keluhan rakyat kecil yang berharap dari pendapatan sehari-hari," tukasnya. (ZoelGomes)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Kematian akibat Kelaparan Lebih Tinggi dari Infeksi Corona
Kadiskes: Warga Rohul Tn ES Positif Covid-19 Sembuh di Jakarta
Tim Riset Covid-19 Kaji Manfaat Jambu Biji Cegah Virus Corona
Ahli: Virus Corona juga Rusak Organ Vital selain Paru-paru
Alert! Corona Menyebar di Udara, Face Shield Saja Belum Aman

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter