Home  / 
Polisi Gagalkan Penyelundupan Lobster Rp 11,7 M ke Malaysia
Jumat, 24 Mei 2019 | 15:25:12
riaueditor
PEKANBARU, riaueditor.com - Ditpolair Polda Riau berhasil menggagalkan penyelundupan bibit lobster senilai Rp 11,7 miliar yang akan diseludupkan ke Malaysia.

Direktur Polisi Air (Dir Polair) Polda Riau, Kombes Pol Badarudin, dalam jumpa pers, di Pekanbaru, Jumat (24/5/2019) menyebutkan, bibit lobster yang nilainya Rp 11,7 miliar itu berjumlah 15 kotak berisi belasan ribu ekor bibit lobster. 

"Setelah dilakukan pemeriksaan bersama Balai Karantina, nilai jual belasan ribu ekor bibit lobster ini diprediksikan mencapai Rp 11,7 miliar lebih," kata Badarudin. 

Penyelundupan bibit lobster berhasil digagalkan di perairan Kota Dumai pada Kamis (23/5/2019) kemarin, berawal dari kegiatan patroli rutin Polisi Air menggunakan kapal nomor lambung 308 yang dikemudikan oleh Capt Donal.

Saat itu petugas yang sedang berpatroli mencurigai satu unit kapal kayu bermesin (pompong) tanpa nama yang berlayar di sekitar tempat kejadian perkara. 

Petugas pun langsung melakukan pengejaran terhadap kapal pompong tersebut. Tak butuh waktu lama, kapal berhasil disergap di perairan Sungai Sembilan.

Belasan bibit lobster yang dikemas dalam 15 belas kotak itu ditemukan di dalam kapal yang di nahkodai Am alias Ijal (35).

Pelaku Am berhasil kita amankan, sementara seorang pelaku lainnya berinisial ME alias Edo, yang diduga sebagai pemilik baby lobster itu berhasil kabur dengan cara menceburkan diri ke laut seketika kedatangan petugas.

"Jadi ada 15 kotak jenis Mutiara dan Pasir yang kita temukan dalam kapal pompong yang dinahkodai Am," jelasnya.

Lanjut Badarudin, bayi lobster bernilai tinggi tersebut diduga berasal dari wilayah Banten, Provinsi Jawa Barat. Benih-benih itu kemudian dibawa melalui jalur darat melintasi sejumlah provinsi seperti Lampung, Jambi hingga ke Riau.

Sesampai di Riau, pelaku kemudian membawanya ke Kota Dumai dan rencananya akan diselundupkan ke negara jiran Malaysia.

"Provinsi Riau hanyalah perlintasan penyelundupan. Kalau asalnya dugaan sementara dari pulau Jawa dan Banten," ujarnya.

Kini barang bukti seperti lobster dan sebuah kapal pompong sudah diamankan. "Pasal yang dikenakan terhadap mereka, UU No 31 Tahun 2004 tentang Perikanan," tutup Badarudin. (dri) 




Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Fakta Lengkap Istri Polisi diduga Selingkuh dengan Dokter, Jadi Tersangka hingga Terancam 9 Bulan Penjara
Tangani Karhutla, Polisi Gunakan Scientific Crime Investigation
Antara Ditolong atau Diancam, Ini Pengakuan Ninoy Karundeng dan Klaim PA 212
Dukung Pelantikan Presiden RI, Keluarga Mahasiswa Riau Tegaskan Tidak Ada Mobilisasi Mahasiswa Riau ke Jakarta
Tangani Karhutla, Polda Riau Datangkan Drone Khusus dan Tim Ahli

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad