UCAPAN RAMADHAN RIAUEDITOR
Home  / Nasional
Aktivis Ini Minta Pemerintah Pusat Bekukan Tigalisme Kepengurusan KNPI
Minggu, 7 Maret 2021 | 09:18:23
Larshen Yunus, Praktisi Kebijakan Publik
ROHUL, riaueditor.com - Mencermati perjalanan roda organisasi perhimpunan seperti Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang saat ini mulai terbelah, aktivis sekaligus praktisi kebijakan publik, Larsen Yunus angkat bicara di sela-sela pelaksanaan acara Fokus Group Diskusi bersama Lembaga Swadaya Masyarakat yang dipimpinnya di lobby utama Hotel Sapadia Rokan Hulu, Minggu pagi (7/3/2021).

Larshen Yunus mengatakan, bahwa dinamika perjalanan KNPI di Pusat justru berpotensi akan menjadi virus perpecahan antar sesama Pemuda di daerah di seluruh Indonesia. Hal itu dikatakan diatatkala memperoleh informasi, bahwa saat ini KNPI khususnya Dewan Pengurus Pusat (DPP) KNPI telah terbagi menjadi tiga kubu, alias Tigalisme Kepengurusan.

Diuraikan Larshen Yunus, yang juga Ketua Presidium Pusat GAMARI, bahwa Gerbong KNPI sampai saat ini telah menjadi 3 kepemimpinan dan kepengurusan, mulai dari Ketua Umum Haris Pertama SH, hasil Kongres di Bogor, Ketua Umum Noer Fajrieansyah SE,SH, hasil Kongres di Jakarta, dan terakhir kubu Abdul Abdul Azis di Kabupaten Banggai.

Lanjut Yunus, sapaan akrab Aktivis Anti Korupsi itu, bahwa informasi yang terhimpun olehnya, DPP KNPI kubu Haris Pertama justru sudah terpecah. Melalui Wakil Ketua Umumnya yang bernama Ahmad A Bahri alias Banjir telah mengadakan Rapat Pleno di Hotel The Ritz-Carlton Jakarta, pada Sabtu (6/3/2021) kemarin. Melalui Rapat Pleno itu, Banjir dkk mengklaim telah mencopot Haris Pertama dari Jabatan Ketua Umum.

Yunus menjelaskan, menurut Banjir, bahwa Haris Pertama telah banyak melakukan pelanggaran AD/ART KNPI, yakni terdiri dari Pelanggaran Pasal 23 ART, Pasal 38 AD dan Pasal 35 ART KNPI. Dari Hasil Pleno itu mengangkat Mustahuddin sebagai Pelaksana Tetap (PLT) Ketua Umum DPP KNPI Periode 2018-2021.

"Hal-Hal semacam inilah, yang justru membuat semua Gerbong Pemuda, khususnya daerah akan semakin goyah," ujar Yunus. 

Menurutnya oknum-oknum di Pusat sana telah berkontribusi memecahbelah kekompakan Pemuda KNPI atas dasar kepentingan segelintir dari mereka. KNPI saat ini justru semakin tidak diperhitungkan lagi. "Nafsu memimpin namun tak faham bagaimana menjadi pemimpin," tutur Yunus, yang pernah menjadi pengurus DPD KNPI Provinsi Riau itu.

Lanjut Yunus, bahwa kehidupan dan kedinamisan organisasi perhimpunan seperti KNPI telah banyak berubah oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab. Dari organisasi plat merah, kini KNPI semakin tak tentu arah akibat segelintir oknum dan kelompok yang tak bertanggung jawab.

"Jika kita amati, khususnya di Provinsi Riau dengan 12 Kabupaten Kotanya. Mesin KNPI sama sekali tidak berjalan maksimal. KNPI tidak lagi mencerminkan organisasi pemuda yang kreatif, inovatif dan tangguh, mayoritas orang-orang yang tergabung di KNPI hanya berharap suntikan dana APBD/APBN," tegas Yunus, dengan nada kesal.

Ditambahkan Yunus, terkait dengan Kondisi KNPI saat ini pemerintah pusat dan daerah harus mengambil sikap tegas. Karena pemerintah seutuhnya adalah orang tua bagi masyarakat yang dipimpinnya, termasuk bagi golongan pemuda Indonesia.

"Ya, kepada para pemimpin negeri ini, khususnya Bapak Presiden Jokowi, Bapak Kemenpora mohon kembalikan kejayaan KNPI seperti dahulu kala. KNPI adalah tempat berhimpunnya para generasi muda yang kreatif dan inovatif. Kami sangat cinta KNPI, sebagai wadah berhimpunnya para Pemuda Indonesia," imbuhnya.

Yunus juga menyinggung gedung Sekretariat KNPI provinsi Riau di Jalan Thamrin Kota Pekanbaru. Kondisinya memprihatinkan. Gedung yang sejatinya adalah rumah bagi para pemuda itu kini justru terlihat tak terawat. "Kemana kucuran dana APBD," tukasnya, sembari berharap BPK turun tangan melakukan audit penggunaan anggaran KNPI Riau.(*)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Hadiri Pelantikan KNPI Binawidya, Ketua FPR: Bidang Media Ujung Tombak Organisasi
Pemberhentian Haris Pertama, Ketua Harian DPP KNPI: Dia Masih Ketua Sah
Fuad Santoso Secara Aklamasi Pimpin KNPI Riau
Indra Gunawan Eet Sebut Nasarudin Sosok Muda Enerjik dan Smart, Layak Nakhodai KNPI Riau
Abdul Wahid Sebut di Era Revolusi Industri 4.0, Sosok Nasarudin Dibutuhkan Pimpin KNPI Riau

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter