Home  / Nasional
Warga Pertanyakan Pengawasan Pakai Masker di Dalam Rumah
Sabtu, 26 September 2020 | 16:57:08
(CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Sejumlah warga yang tergabung dalam Komunitas Batik Marunda melakukan proses pembuatan batik di Rumah Susun Marunda, Jakarta, Rabu, 1 Juli 2020.
JAKARTA - Sejumlah masyarakat mempertanyakan bentuk pengawasan protokol kesehatan terkait Covid-19 yang mewajibkan setiap orang memakai masker di dalam rumah. Meskipun sebagian masyarakat setuju dengan protokol kesehatan di lingkungan keluarga.

Vanya Fahira, seorang mahasiswa di Tangerang Selatan, Banten, mengaku dirinya sudah menerapkan protokol kesehatan ketika tinggal di rumah kakek dan neneknya. Karena takut menjadi karier Covid-19, ia selalu memakai masker di dalam rumah.

"Karena aku masih suka keluar-keluar, jadi kalau keluar kamar di rumah pakai masker. Karena grandpa dan grandma sudah tua, kalau Covid kan pasti nyerangnya bisa fatal. Jadi inisiatif aja," katanya kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Sabtu (26/9).

Upaya ini juga dilakukan oleh anggota keluarga lain yang masih beraktivitas di luar rumah. Namun, ia mengatakan hal ini dilakukan karena ada anggota keluarga yang rentan.

Menurutnya hal serupa sulit dilakukan jika masyarakat tidak memahami pentingnya menggunakan masker di rumah. Terlebih karena tidak ada yang mengawasi, seperti di ruang publik.

"Diwajibin pakai masker nih di rumah. Tapi dengan enggak pakai masker, emang siapa yang tahu gitu? Dan siapa yang periksa? Jadi enggak ada poinnya," lanjutnya.

Dinda Suhendra, seorang pegawai firma hukum di Jakarta Selatan, pun berpendapat serupa. Ia termasuk mawas diri ketika menerapkan protokol kesehatan. Menurutnya, protokol kesehatan seharusnya diterapkan hingga di dalam rumah.

"Karena di Jakarta kan sudah benar-benar parah. Dan buat menekan laju penyebaran ya benar, famili itu faktor utama. Karena kita gampang menyepelekan, gampang percaya kalau di rumah enggak ada virus," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Ia bercerita keluarganya cukup disiplin dalam upaya meminimalisasi terpapar corona. Ini karena salah satu kakaknya berprofesi sebagai dokter, sehingga mengerti situasi dan bahaya pandemi.

Namun tak jarang ia menemukan rekan yang tak menyadari betul bahaya corona. Ia bercerita mereka masih sering keluar rumah tanpa menggunakan masker. Menurutnya, orang-orang seperti itu akan sulit diminta mengikuti protokol memakai masker di rumah.

"Menurutku ujung-ujungnya harus kesadaran diri sendiri. Pemerintah juga harus menyampaikan dengan baik. Jangan seolah ini sebuah keharusan, tapi lebih mengajak," lanjutnya.

Dinda menilai upaya ini bisa dilakukan dengan menggandeng influencer dan mensosialisasikan dengan gencar di sosial media. Karena ia berpendapat masyarakat akan lebih mudah terdorong dengan pendekatan seperti ini.

Sedangkan Bientono Soedjito, seorang kepala keluarga dari enam orang anak di Jakarta Selatan khawatir protokol kesehatan yang kaku dan tegas di lingkungan keluarga sulit diterapkan di rumahnya.

Ia tinggal bersama delapan anggota keluarga lain, sehingga komunikasi dan mobilitas di rumah pun tinggi. Satu kamar tak jarang dihuni lebih dari dua orang.

Artinya jika diwajibkan menggunakan masker di dalam rumah, anggota keluarga di rumahnya harus menggunakan masker seharian. Hal ini menurutnya tidak memungkinkan.

"Kan mengganggu juga untuk komunikasi. Tidak bisa bebas bernapas. Kalau 24 jam ya sepertinya sulit. Tapi kalau satu atau dua jam, it's okay lah," katanya kepada CNNIndonesia.com.

Bientono sendiri kini sudah berusia 75 tahun. Dirinya termasuk kalangan yang rentan terhadap bahaya corona, sehingga sehari-hari ia rajin mengingatkan anak-anaknya menaati protokol kesehatan.

Protokol yang ia tekankan misalnya membersihkan badan dan pakaian setelah pergi, menyemprot desinfektan ketika menerima paket, serta menjaga jarak dan memakai masker ketika di luar rumah.

Sebelumnya Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Bintang Ayu Dharmawati mengimbau agar masyarakat memakai masker di dalam rumah untuk meminimalisasi potensi klaster keluarga.

"Tetap harus memakai masker, masker ini tidak hanya dilakukan di luar rumah, di dalam rumah pun harus kita lakukan. Apalagi ketika ada di keluarga kita kelompok rentan, seperti balita demikian juga lansia," ujarnya dikutip melalui Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (25/9).

Ia juga mengatakan pemerintah tengah menggodok protokol kesehatan di lingkungan keluarga. Ini dilakukan karena belakangan klaster keluarga jadi penyumbang kasus corona yang cukup besar.

(CNNIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Anggota Satgas TMMD Kodim 1711 Main Bola Bersama Anak-Anak Kampung Kakuna
Jepang Minta Solusi Damai Sengketa Laut China Selatan
Bantuan Pendidikan Rumah Yatim untuk anak-anak di Dosan Riau
Disiplinkan Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan, Polsek Pangkalan Kuras Gelar Ops Yustisi
Kapolsek Ukui Hadiri Rapat Koordinasi Pengawasan Pilkada Partisipatif di Kecamatan Ukui

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter