Home  / Nasional
BREAKING NEWS
Pengumuman! Sri Mulyani Konfirmasi RI Bakal Masuk Resesi
Rabu, 15 Juli 2020 | 18:41:09
(Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu RI)
Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan pers mengenai APBN KiTa
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan kabar tidak sedap yang bakal menimpa perekonomian Indonesia. Indonesia kemungkinan besar dan dipastikan akan masuk ke dalam resesi!

Pertama-tama, Sri Mulyani bicara soal resesi yang terjadi di Singapura.

"Kalau resesi yang terjadi di Singapura karena mereka negara sangat tergantung pada internasional trade dan dengan berbagai langkah melakukan PSBB mereka namanya sirkuit brake maka seluruh kegiatannya menjadi terhenti ditambah lingkungan globalnya sangat melemah," tegas Sri Mulyani yang ditemui di Gedung DPR, Rabu (15/7/2020).

Dijelaskan Sri Mulyani, perekonomian dari Singapura bergantung kepada ekonomi global. Karena ekspornya lebih dari 100%.

"Sehingga ekonomi dia kecil maka domestic demandnya tidak bisa mensubtitusi. Oleh karena itu penurunan dari Singapura sangat besar, karena memang tidak terjadi perdagangan internasional yang selama ini menjadi engine of growth-nya."

Bagaimana dengan Indonesia?

"Kita tentu waspadai, karena bagaimanapun juga Indonesia engine of growth kita konsumsi, investasi, dan ekspor, hari ini pemerintah menggunakan seluruh mekanisme anggarannya untuk mensubtitusi pelemahan di sisi konsumsi dan di sisi investasi maupun ekspor," tuturnya.

Sri Mulyani menambahkan, APBN tidak bisa berjalan sendiri, untuk itu pemerintah menggalakkan supaya sektor perbankan segara pulih.

"Makanya kita menggunakan penempatan dana pemerintah di perbankan dengan suku buga rendah, kita meluncurkan kredit yang diberikan jaminan sehingga antara bank dan korporasi terutama UMKM meereka segera pulih kembali, karena itu salah satu darah dari perekonomian, mesinnya supaya bisa jalan lagi," jelasnya.

Kuartal II dan III Negatif, Indonesia Dipastikan Resesi

Selain APBN, Sri Mulyani mengatakan penempatan dana di perbankan jadi engine untuk menggenjot ekonomi Indonesia.

Hal ini dilakukan agar mesin pertumbuhan bisa lebih ngebut di kuartal III.

"Jadi konsentrasi APBN jalan, penempatan dana pemerintah di perbankan plus ditambah jaminan untuk menggelindingkan sektor usaha, daerah kita dorong, semuanya kita harapkan bisa menjadi mesin pertumbuhan supaya kuartal III nanti tidak dalam situasi sangat dalam. Kuartal II kan sudah selesai, kita melihat April-Mei sangat dalam, Juni sudah mulai ada normal baru tapi itu masih sangat sedikit, jadi kita mengekspektasikan kuartal III itu kontraksinya seperti minus -3,5% sampai minus 5,1%, titik poinnya kita ada di minus 4,3%, jadi lebih dalam dari yang kita sampaikan -3,8%."

Untuk informasi, resesi terjadi saat dua kuartal berturut-turut ekonomi negatif. Dengan proyeksi Sri Mulyani tadi di mana kuartal II disebut sangat dalam dan kuartal III direvisi lagi menjadi minus 4,3% maka Indonesia masuk ke resesi.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

"Ini karena berbagai sektor penurunannya tajam, termasuk perdagangan, pertambangan, manufaktur dan transportasi," tegasnya.

Mantan Managing Director Bank Dunia ini mengatakan, khusus sektor transportasi walaupun sudah ada relaksasi tapi tidak pulih. Karena, menurutnya, orang tidak melakukan travelling.

"Kemudian, pertambangan berkontribusi negative growth cukup dalam di kuartal II. Oleh karena itu kita berharap di kuartal III mengejar, beberapa data yang kita peroleh sudah menunjukkan adanya titik balik, namun titik baliknya ini adalah akselerasi itulah yang menjadi fokus presiden, belanja dari K/L (kementerian/lembaga), belanja dari daerah, perbankan sektor keuangan dan sektor korporasi bisa kembali."

(CNNIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
BKSDA Riau Halau Gajah Liar Masuk Kampung
Update 8 Agustus: Positif Covid-19 Bertambah 2.277 Jadi 123.503 Orang, 79.306 Sembuh
Update Corona 7 Agustus: 121.226 Positif, 77.557 Sembuh
Terus Kembangkan Wilayah Barat Indonesia, Pelindo 1 Laksanakan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL)
Update Corona 6 Agustus: 118.753 Positif, 75.645 Sembuh

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter